Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Warga Kelurahan Ngupasan mengelola sampah organik menggunakan ember tumpuk beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kelurahan Ngupasan, Kemantren Gondomanan mengelola sampah organik menggunakan ember tumpuk. Pengolahan sampah organik itu dilakukan sebagai upaya tidak lanjut gerakan zero sampah anorganik (GZSA) Kota Jogja yang dimulai sejak awal tahun ini.
Lurah Kelurahan Ngupasan, Didik Agus Mursihanda menyampaikan untuk mendukung program GZSA, pihaknya telah memberikan pelatihan pengolahan sampah organik melalui ember tumbuk Februari lalu. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan tersebut, pihaknya melakukan monitoring terhadap pengelolaan sampah dengan metode tersebut.
Menurut Didik pengolahan sampah dengan metode tersebut dinilai mudah dilakukan. “Dengan menggunakan ember plastik bekas yang mudah didapat, masyarakat hanya perlu memasukkan sampah organik ke ember tersebut. Sebulan kemudian, masyarakat bisa memanen hasilnya. Ini cukup mudah,” katanya, Selasa (9/5/2023).
Baca juga: Papan Iklan Tak Berizin di Sarkem Jogja Ditindak Satpol PP
Hasil dari pengolahan sampah organik tersebut berupa cairan lindi yang dapat digunakan untuk pemupukan tanaman.
Dalam pelaksanaannya selama ini, menurut Didik antusiasme warga cukup tinggi, terlihat dengan hampir seluruh warga mengelola sampah organik dengan metode ember tumpuk.
Dia pun berharap agar warga Kelurahan Ngupasan tetap konsisten mengelola sampah organik menggunakan metode tersebut, sehingga sampah yang ada dapat dikelola dengan baik. “Harapannya masyarakat terus dapat mengelola sampah organik menggunakan metode ini, untuk mengurangi sampah organik yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.
Pakar UGM mengimbau petani menggunakan varietas tahan kekeringan dan komoditas minim air untuk menghadapi El Nino Godzilla.