Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Suasana upacara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri yang diselenggarakan warga di Padukuhan Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul pada Selasa (23/5/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, BANTUL—Warga pesisir di Padukuhan Mancingan, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul melaksanakan upacara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri pada Selasa (23/5/2023). Upacara adat itu dilaksanakan setiap tahun selepas panen raya.
Sebelum puncak upacara adat, masyarakat setempat telah lebih dulu melakukan ritual bersih dusun. Sebanyak delapan RT di Mancingan bergotong royong membersihkan makam dan lingkungan masing-masing. Selanjutnya diadakan kenduri sehari sebelum acara puncak.
Upacara adat itu dipusatkan di Joglopariwisata Parangtritis yang diikuti oleh segenap masyarakat Mancingan. Kegiatan diawali dengan kirab budaya dan kemudian dilanjutkan dengan tradisi upacara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan Labuhan di Pantai Parangkusumo.
Dukuh Mancingan Handri Sarwoko menjelaskan, tradisi itu sudah dilakukan sejak lama oleh nenek moyang mereka. Warga setempat berusaha untuk melestarikan upacara adat itu sebagai bagian dari mempertahankan kekayaan leluhur.
Baca juga: 2 Terduga Pelaku Penipuan Penjualan Tiket Coldplay Ditangkap
"Dilaksanakan setiap tahun antara Mei sampai Juli pada Selasa Wage," katanya.
Dulunya upacara adat itu dinamai dengan Majemukan. Setelah 1990 an namanya diubah menjadi upacara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri. Tradisi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pantai Parangtritis sehingga berdampak pada ekonomi warga sekitar.
"Dengan atraksi budaya kami yakin banyak pengunjung yang tertarik ke Pantai Parangtritis," katanya.
Adapun di akhir acara warga melarung jarik, pakaian dan buah-buahan ke Pantai Parangkusumo sebagai bakti pada ibu pertiwi atau ungkapan syukur atas berkah dari alam semesta. Arak-arakan dimulai dari Pendopo Pantai Parangtritis dengan menggunakan pakaian adat lengkap arak-arakan warga mulai berjalan menyusuri tepian pantai.
"Di malam hari nanti akan ditutup dengan gelaran wayang kulit semalam suntuk," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.