Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Sleman Siapkan Guru Bertahap
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Hewan Kurban - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo mengintensifkan pemeriksaan hewan di Pasar Hewan Pengasih, Rabu (14/6). Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Dengan begitu, kemungkinan hewan ternak lain terjangkit lebih kecil.
Medical Veteriner Kesehatan Hewan DPP Kulonprogo, Joko Purwoko mengatakan menjelang Iduladha 2023, pemeriksaan hewan di beberapa pasar hewan dilakukan secara intensif. “Menjelang Iduladha, hewan ternak yang masuk Kulonprogo akan meningkat. Karena itu, kami mengintensifkan pemeriksaan hewan ternak,” kata Joko saat dihubungi, Rabu (14/6/2023).
Dari hasil pemeriksaan di Pasar Hewan Pengasih, petugas tidak menemukan adanya hewan yang sakit atau terjangkit penyakit menular seperti PMK dan LSD. Menurut Joko, PMK dan LSD harus diwaspadai karena sangat menular.
PMK merupakan penyakit hewan menular yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda dengan tingkat penularan mencapai 90% hingga 100%. Kerugian ekonomi pun sangat tinggi saat hewan ternak terpapar PMK.
Sementara, LSD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari keluarga poxviridae. LSD ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi terutama bagian leher, punggung, dan perut. “Selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu, dan mengalami penurunan produksi susu,” katanya.
BACA JUGA: Dianggap Meresahkan Wisatawan, Para Pengamen di Malioboro Bakal Ditertibkan
Virus tersebut menyebar melalui gigitan serangga seperti nyamuk dan lalat. Sebelum timbul gejala, sapi yang terinfeksi akan mengalami periode inkubasi selama 5-14 hari. Persebaran penyakit terjadi secara cepat di antara sapi yang berada dalam kandang yang sama atau antarkandang yang berdekatan.
“Oleh karena itu kami memeriksa kambing, domba, dan sapi yang dijual di Pasar Hewan Pengasih. Selain itu, masih ada beberapa wilayah di Kulonprogo yang ditemukan hewan ternak dengan kedua penyakit tersebut,” katanya.
DPP Pangan, menurut Joko, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap hewan ternak. Selain PMK dan LSD, penyakit Pest de Petits Ruminants (PPR) juga perlu diwaspadai. “PPR dapat menyebabkan sakit dan bahkan kematian antara 80 persen hingga 100 persen. Virus penyebab penyakit tersebut yaitu virus peste de petits ruminant virus, dari genus morbillivirus, dan famili paramyxoviridae,” katanya.
Terkait dengan PMK, DPP Kulonprogo per Selasa (13/6) tidak menemukan tambahan ternak dengan gejala klinis PMK. Jumlah kasus PMK di Bumi Binangun mencapai 1.711 kasus dengan kesembuhan mencapai 1.642 ekor atau 96%. Untuk capaian vaksinasi PMK menyentuh angka 64.348 dosis sejak Juni 2022 sampai 13 Juni 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.