Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Ilustrasi aktivitas susur Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Geopark Gunungsewu memasuki usianya yang ke-10 tahun. Puncak peringatan satu dasawarsa Geopark Gunungsewu akan digelar di Kawasan Embung Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Sabtu (17/6/2023).
Bentang alam karst Gunungsewu memiliki luasan sekitar 1.802 kilometer persegi. Adapun areanya berada di Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, Jawa Tengah hingga Pacitan di Provinsi Jawa Timur.
Pegiat Geopark Gunungsewu, Budi Martono mengatakan awalnya bentang alam karst Gunungsewu hanya dikenal sebagai Geopark Pacitan sampai 2009 lalu. Setahun kemudian, kawasan itu diusulkan untuk masuk jaringan UNESCO Global Geopark (UGG), tetapi ditolak.
“Baru setelahnya berganti menjadi Geopark Gunungsewu. Pengelolaan tidak hanya Pacitan, tetapi juga melibatkan Gunungkidul dan Wonogiri,” kata Budi, Rabu (14/6/2023).
Menurut dia, dengan pengelolaan yang melibatkan tiga kabupaten dan tiga provinsi ini akhirnya pada 13 Mei 2013 ditetapkan sebagai geopark nasional oleh Kementerian ESDM bersama dengan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI).
“Pada September diajukan menjadi anggota Global Geopark, tapi ditunda karena ada sejumlah catatan yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” katanya.
BACA JUGA: Pembangunan Jalan di Kedung Kandang Tak Ganggu Revalidasi Geopark
Mantan Sekda Gunungkidul ini menambahkan, upaya melengkapi kekurangan terus dilakukan dengan mengacu pada hasil penilaian oleh tim. Tindaklanjut ini akhirnya membuahkan hasil karena pada 19 September 2015, Gunungsewu dinobatkan sebagai anggota Global Geoparks Networks, yang sekarang berganti menjadi UGG.
“Penetapan dilaksankaan dalam kegiatan The 4th Asia-Pacific Geoparks Network (APGN), San'in Kaigan Symposium, Tottori-Jepang. Gunungsewu menjadi yang kedua masuk situs geopark dunia, setelah sebelumnya ditetapkan di Geopark Gunung Batur pada 2012 lalu,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, total ada 33 lokasi geosite di Geopark Gunungsewu. Adapun rinciannya, 13 lokasi di Gunungkidul, 13 lokasi di Pacitan dan tujuh lokasi lain berada di Wonogiri.
“Untuk Gunungkidul di antaranya ada site Goa Pindul dan Gunung Api Purba Nglangeran,” katanya.
Hary menjelaskan, setelah ditetapkan ke dalam jaringan UGG di 2015, di tahun ini bakal dilakukan revalidasi keanggotaan oleh tim dari UNESCO. “Ini revalidasi kedua karena keanggotaan ditinjau setaip empat tahun sekali. Untuk validasi sudah kami persiapkan dari sekarang karena pelaksanaan dilakukan Juli mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Jadwal Layanan SIM Sleman Juli 2026. Pelayanan utama tetap tersedia di kantor Satpas dengan jadwal:
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026. Berikut jadwal keberangkatan yang dapat dijadikan acuan perjalanan:
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.