DPMPTSP Kota Jogja Luncurkan Katalog Data Perizinan Digital
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pendaftar mengeluhkan data belum terverifikasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK DIY.
Menanggapi persoalan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya menyatakan banyaknya siswa mengambil token pendaftaran pada hari pertama PPDB membuat proses verifikasi sedikit butuh waktu.
“Ada yang minta token tapi ditunggu-tunggu tokennya belum diverifikasi karena saking banyaknya. Bahkan kemarin mereka sudah mengajukan pagi, kita verifikasi. Karena banyak yang ambil [token] di hari pertama. Tetapi kita tetap selesaikan sampai malam,” ucapnya saat ditemui di Disdikpora DIY, Jumat (16/6/2023).
BACA JUGA : Hari Pertama PPDB 2023, Gangguan Server Jadi Kendala
Meski begitu, menurut Didik, pihaknya terus berupaya melakukan peningkatan layanan. Melalui posko PPDB yang diselenggarakannya telah banyak orang tua murid yang dibantu dalam melakukan pendaftaran.
Selain itu menurut Didik, kendala jaringan juga sempat dihadapi dalam pendaftaran PPDB kali ini. Sehingga kendala jaringan tersebut pun mengakibatkan proses verifikasi memakan waktu yang lebih lama. “Karena satu satu harus diverifikasi teman teman jadi keluarnya verifikasi itu agak lambat,” imbuhnya.
Menurut Didik, dalam PPDB kali ini jalur zonasi radius menjadi jalur yang paling banyak diminati. Meskipun persentase jalur tersebut hanya 5 persen dari daya tampung sekolah, menurut Didik di beberapa sekolah, jumlah pendaftarannya melebihi daya tampung tersebut. Dia juga menyampaikan masih ditemuinya peserta didik yang mendaftar di sekolah yang bukan zonasinya.
“Banyak. Terutama di sekolah yang dianggap favorit masyarakat. SMAN 3 yang mengajukan sampai 56 tapi setelah diverifikasi tidak sampai segitu. Yang mengajukan rata rata lebih dari 5 persen,” imbunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.