86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo lakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik salah satu warga Kulonprogo beberapa waktu lalu. Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo mengambil langkah waspada dan tindakan cepat menyusul terjadinya wabah antraks di Kabupaten Gunungkidul.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan bahwa langkah-langkah kewaspadaan yang telah diambil bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut ke wilayah Kulonprogo.
BACA JUGA: Terjangkit Anthrax, Kapanewon Semanu di Gunungkidul Diisolasi Terbatas
“Wabah antraks, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, telah menimbulkan keprihatinan di Kabupaten Gunungkidul. Melihat situasi ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang diperlukan dilaksanakan dengan baik,” kata Trenggono dihubungi, Rabu (5/7/2023).
Salah satu langkah yang telah diambil adalah melakukan peningkatan pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi hewan di wilayah Kulonprogo. Kata Trenggono, petugas pusat kesehatan hewan (Puskeswan) ditugaskan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin pada hewan ternak, utamanya sapi dan domba, yang diyakini rentan terhadap wabah antraks.
Tidak hanya itu, penyuluhan pun telah terus diberikan kepada peternak tentang tanda-tanda awal antraks pada hewan. Begitupun dengan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil. Peternak juga diberikan informasi mengenai vaksinasi yang tepat dan prosedur sanitasi yang benar untuk menghindarkan penyebaran penyakit ini.
Dinas Pertanian dan Pangan pun telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo untuk memperkuat sistem deteksi dini dan penanganan wabah melalui pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan Puskeswan.
“Kami sangat serius dalam menghadapi ancaman wabah antraks ini. Kami telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi ternak dan mencegah penyebaran penyakit ini ke wilayah kami. Kami terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menginformasikan kepada peternak tentang langkah-langkah yang harus diambil,” katanya.
Tegas Trenggono, sejak tahun 2017 sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan antraks di Kabupaen Kulonprogo. Kendati begitu, DPP mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan segera jika ada gejalan antraks pada hewan ternak. DPP juga terus memantau situasi dan melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan masyarakat di Kulonprogo.
“Dengan langkah-langkah yang diterapkan secara proaktif, diharapkan penyebaran wabah antraks dapat dicegah dan kerugian bagi sektor peternakan dapat diminimalkan,” ucapnya.
Plh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Muhammad Ridwan Nur Bintara mengatakan bahwa vaksinasi antraks dilakukan hanya pada daerah terjadinya wabah.
“Di Kulonprogo vaksinasi hanya dilakukan di beberapa daerah seperti di Girimulyo yang pernah tertular tahun 2017 lalu,” kata Ridwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.