Bahasa Inggris Wajib SD 2027, Sleman Siapkan Guru Bertahap
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Gejala Antraks - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo terus mengintensifkan pemantauan kondisi kesehatan hewan ternak. Pemantauan berkisar pada tanda-tanda awal infeksi antraks. Hal tersebut dilakukan karena Pemkab Kulonprogo sempat mendatangkan hewan kurban dari Gunungkidul.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo mengatakan penyakit antraks berbahaya karena bakterinya, anthrax, dapat menginfeksi hewan dan manusia.
“Kabupaten Kulonprogo memiliki potensi risiko tertentu, terutama karena adanya aktivitas peternakan dan pertanian yang luas. Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo mengambil langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit ini,” kataTrenggono dihubungi, Senin (10/7/2023).
BACA JUGA : Antraks Merebak, Sleman Akan Bentuk Tim Pengawasan
Rangkaian tindakan pencegahan intensif kemudian diambil. Dengan itu, masuknya penyakit antraks dari luar daerah dapat dicegah. Keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di Kulonprogo pun dapat terus berlangsung.
Salah satu tindakan dalam pecegahan intensif tersebut adalah peningkatan pengawasan terhadap peternakan dan peternak di Kulonprogo. Setiap hasil dari pemantauan ketat akan selalu ditindaklanjuti.
“Setiap laporan kasus yang mencurigakan segera ditangani dan dilakukan tindakan medis yang sesuai,” katanya.
Sebelum dan sesudah pemotongan hewan kurban telah dilakukan pengawasan pada hewan ternak. Gejala penyakit hewan menular zoonosis dapat dihindarkan. Masjid yang melakukan pemotongan hewan kurban dari Gunungkidul juga dipantai paska Idul Adha.
“Penyemprotan desinfeksi pada penampungan ternak kurban khususnya yang menampung ternak dari Gunung Kidul juga telah dilakukan guna pencegahan penyebaran penyakit,” ucapnya.
Lebih jauh, Trenggono mengatakan program vaksinasi massal untuk hewan ternak juga dilakukan. Vaksinasi antraks menjadi prioritas utama dalam pencegahan penyakit tersebut. DPP terus mendorong peternak setempat untuk secara aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi yang telah disediakan pemerintah daerah.
BACA JUGA : Ramai Dibicarakan, Ini 4 Tipe Antraks pada Manusia
“Vaksinasi dilaksanakan di titik kasus antraks tahun 2017 yaitu di Padukuhan Ngaglik Kalurahan Purwosari dan Kepek, Kalurahan Pendoworejo Kapanewon Girimulyo,” lanjutnya.
Tidak berhenti pada pengawasan, DPP juga meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang antraks dan langkah-langkah pencegahannya. DPP berharap melalui kampanye penyuluhan intensif, masyarakat paham tetang gejala antraks pada hewan dan manusia, serta tindakan yang harus diambil jika terjadi kecurigaan penyakit tersebut.
“Kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang kami ambil dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit antraks. Kami juga meminta kerja sama dari masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian atau gejala yang mencurigakan segera kepada kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Polda Jateng bongkar koperasi ilegal BLN. Dana Rp4,6 triliun, 41 ribu korban, dua tersangka ditetapkan.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kasus TBC di Kulonprogo meningkat. Dinkes dan PDPI gelar cek kesehatan gratis untuk deteksi dini.
Polisi ungkap penyebab kecelakaan KRL di Bekasi. Sopir taksi dinilai lalai, 16 orang tewas.
Buruh harian di Sleman nekat mencuri TV dan water heater dari kos. Pelaku kabur usai tak bayar sewa.