Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Terpadu, Kapanewon Pengasih, Selasa (14/7/2020)./Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com SLEMAN—Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman berencana membentuk tim pengawasan lalu lintas ternak dalam waktu dekat. Hal ini sebagai respons merebaknya wabah antraks di wilayah Gunungkidul.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan sampai saat ini belum dilakukan pembatasan atau kebijakan khusus terkait lalu lintas ternak maupun jual-beli sapi di pasar hewan di Sleman. “Sementara belum ada,” ujarnya, Minggu (9/7/2023).
Meski demikian, pihaknya telah merencanakan pembentukan tim pengawas lalu lintas ternak yang akan melibutkan sejumlah pihak. “Rencana memang kami mau bentuk tim pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan,” katanya.
Adapun sejumlah pihak yang dilibatkan yakni Dinas Kesehatan sebagai instansi yang menangani kesehatan pada manusia, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menangani lingkungan. “Dikenal sebagai one health dalam pencegahan antraks,” kata dia.
Baca juga: Antraks Merebak di Gunungkidul, Sleman Perketat Pemeriksaan Lalu Lintas Ternak
Pihaknya juga menggerakkan petugas di lapangan seperti puskeswan dan UPTD Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan dan Perikanan (BP4) untuk lakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada peternak tentang antraks dan meminta masyarakat segera melaporkan apabila dijumpai sapi mati mendadak.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Nawang Wulan, mengatakan di Sleman sampai saat ini belum ditemukan kasus antraks. Adapun kasus terakhir terjadi pada 2009 silam.
Pasca kasus terakhir antraks itu, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman melaksanakan surveilans selama 12 tahun berturut-turut dengan uji lab tanah di tempat sekitar penguburan sapi yang terpapar antraks tersebut. “Hasilnya negatif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Harga minyak nasional Januari–September 2026 mencapai US$85–90 per barel. Pemerintah tetap menjaga harga Pertalite dan Biosolar.
Dua warga Lumbungkerep Klaten menjadi penumpang KM Virgo Transport 8. Danang selamat, sedangkan Bagus masih dalam pencarian.
Pemerintah memantau 458 titik di 240 kabupaten dan kota untuk menjaga harga dan mutu beras serta memberantas mafia beras.
DTSEN mencatat 4,33 juta KPM baru sejak diterapkan. Pemutakhiran data dilakukan agar bansos menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Tiga awak KM Balama GT 27 ditemukan selamat setelah hilang kontak tiga hari di perairan Banggai dan terdampar di Sulawesi Utara.