Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Industri tekstil./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Puluhan industri baru tumbuh selama satu semester tahun 2023 di Kabupaten Kulonprogo. Tumbuhnya sektor industri menjadi gejala positif usai Pademi Covid-19.
BACA JUGA: Sebanyak 229 Industri Baru Tumbuh di Kulonprogo
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo, Ade Wahyudiyanto mengatakan ada 61 industri baru sejak Januari sampai akhir Juni 2023.
“Triwulan pertama tumbuh 27 industri dan triwulan kedua ada 34 industri yang mulai merintis usahanya. Kalau total sampai akhir tahun 2022 ada 15.847,” kata Ade dihubungi, Minggu (16/7/2023).
Menurut Ade, industri merupakan suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Dia juga menjelaskan jumlah industri tersebut naik-turun. Hanya saja tidak ada angka pasti terkait penurunan industri tersebut. Ade mengaku pihaknya kesulitan dalam mendata industri yang telah tutup.
“Memang menjadi pekerjaan rumah kami terkait industri yang bangkrut atau tutup. Industri kecil memang tidak dapat kami perkirakan [data]. Kadang ada yang memang baru tidak berproduksi lama tapi tidak mati. Soalnya perizinan NIB di OSS juga masih aktif,” katanya.
Mayoritas industri yang ada di Kabupaten Kulonprogo bergerak di sektor makanan dan minuman. Dari jumlah 15.847 industri yang ada, sekitar 11.000 di antaranya merupakan indutri pengolahan makanan dan minuman.
“Sisanya ya industri batik, kerajinan serat alam, ada juga olahan bahan bangunan dan alat tekonologi tepat guna yang kecil-kecil,” ucapnya.
Guna meningkatkan kompetensi dan kualitas produk serta mendorong pertumbuhan industri baru, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo telah memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
“Kami mendampingi pelaku usaha dari sisi legalitas usahanya. Turunannya ada juga pendampingan sertifikat halal. Kami juga punya pendampingan program sertifikat tingkat komponen dalam negeri [TKDM],” lanjutnya.
Sertifikat TKDM penting ketika industri kecil ingin terlibat dalam pekerjaan atau tender dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.