Dispar Sleman Yakin Dua Event Lari Dongkrak Kunjungan Wisata
Dispar Sleman optimistis dua ajang lari pada 23 Agustus 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal
Ilustrasi tanaman padi di ssawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo berharap lahan cetak sawah baru akan ditanami padi berjenis Melati Menoreh atau biasa disebut Padi Menor. Tanaman padi tersebut merupakan padi berkualitas tinggi yang telah diakui secara nasional.
Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kirmi, mengatakan DPP berharap lahan cetak sawah baru dapat ditanami padi lokal Menor. Padi tersebut telah ditetapkan sebagai varietas unggulan nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
“Harapan kami kelompok tani dapat mengembangkan padi lokal Menor yang telah dirilis sebagai padi varietas unggul nasional,” kata Kirmi dihubungi, Kamis (27/7/2023).
Kirmi menambahkan terdapat beberapa titik cetak sawah baru yang telah mencapai 50% lebih pengerjaan. Seperti di Kelompok Tani (KT) Kedungsogo yang mendapat target 4 hektar dan telah mencapai 55% pekerjaan fisik.
Baca juga: Mahasiswa Merapat! Kampus Ini Punya Segudang Beasiswa Fully Funded 4 Tahun loh
Di titik lain, tepatnya di KT Harapan Makmur, Kleben, Kaliagung, Sentolo, dari target 7 hektar sudah tercapai 5 hektar.
Proses cetak sawah baru disebutnya selesai apabila lahan baru dapat ditanami tanaman padi. Dengan begitu, pembelian sarana produksi perlu dilakukan seperti stimulan benih padi dan pupuk organik.
Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah mengalokasikan 9.086 ton pupuk Urea bersubsidi kepada KT di Kulonprogo tahun 2023. Pupuk tersebut dibagikan ke dua belas kapanewon.
Kapanewon Pengasih dan Sentolo mendapat masing-masing 1.052 ton dan 1.279 ton. Alokasi tersebut menjadi yang terbesar di antara kapanewon lain.
Sementara untuk pupuk NPK yang telah dialokasikan sebanyak 8.387 ton. Lalu untuk NPK Formula khusus sudah teralokasikan 145 ton untuk komoditas tanaman kakao. “Pupuk yang bersubsidi itu ya hanya 3 macam, Urea NPK dan NPK Formula khusus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dispar Sleman optimistis dua ajang lari pada 23 Agustus 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal
Kebakaran lahan di Kulonprogo melonjak menjadi 17 kejadian sepanjang 2026 akibat musim kemarau kering dan meningkatnya risiko kebakaran.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
KAI memberikan diskon tiket kereta api 20 persen di Railway Technology Indonesia 2026 untuk sejumlah perjalanan di Jawa dan Sumatera.
Tiga pasangan suami istri berpeluang bersaing dalam Pilur 2026 di Gunungkidul. Penetapan calon lurah dijadwalkan pada 8 September 2026.
Tiga atlet voli pantai DIY mengikuti pelatnas di Sentul untuk persiapan Asian Games 2026 dan ditargetkan meraih medali.