Rumah Eross Sheila On 7 Didatangi Kobra Jawa, Evakuasi Hanya 8 Menit
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Suasana penertiban bersama tim gabungan Kodim dan Polresta Sleman melakukan penertiban terhadap pengamen jalanan pada Selasa (1/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Belasan pengamen jalanan ditertibkan Satpol Sleman bersama tim gabungan Kodim dan Polresta Sleman. Mereka dibawa ke Kantor Satpol PP Sleman serta alat musik. Mereka dianggap melanggar peraturan daerah dan terancam denda puluhan juta rupiah atau hukuman kurungan tiga bulan.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, Sri Madu menegaskan kegiatan penertiban ini merupakan bagian dari penegakan Perda No12/2020 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Penertiban ini juga menanggapi fenomena aktivitas pengamen dan pengemis yang dinilai mengganggu lalu lintas.
BACA JUGA : Dianggap Meresahkan Wisatawan, Para Pengamen di Malioboro Bakal Ditertibkan
"Ada beberapa fenomena di Sleman yaitu banyaknya kegiatan aktivitas [pengamen] musik dan aktivitas pengemis yang mengganggu lalu lintas," katanya pada Rabu (2/8/2023).
Setidaknya 12 pengamen berhasil dijaring Satpol PP Sleman dalam penertiban ini. Mereka terjaring saat melakukan aktivitas mengamen di tiga lokasi yang berbeda yakni Simpang Empat Denggung, Simpang Empat Kronggahan dan Simpang Empat Demak Ijo. Belasan pengamen tersebut selanjutnya digelandang ke Kantor Satpol PP Sleman beserta alat musik yang mereka gunakan.
Penyidik menilai para pengamen jalanan ini dengan jelas melanggar Perda di Pasal 34 Junto Pasal 79 Ayat 6 dengan denda maksimal Rp50 juta atau kurungan tiga bulan. Belasan pengamen yang ditertibkan nantinya akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Sleman.
"Pengamen jalanan ini nanti akan diajukan sidang tipiring pada hari Kamis di Pengadilan Negeri Sleman. Keputusan bersalah atau tidaknya nanti tergantung hakim," katanya.
Ia menyayangkan aktivitas yang dilakukan para pengamen jalanan karena dapat mengganggu lalu lintas. Dia menyarankan kepada para pengamen untuk dapat berkoordinasi dengan pihak lain seperti Dinas Pariwisata Sleman untuk mendapatkan rekomendasi tempat untuk tampil yang lebih aman untuk dijadikan lokasi mereka berkreasi.
"Agar tidak dicap sebagai pengemis, tidak panas-panasan di jalan dan tidak membahayakan pribadinya," katanya.
BACA JUGA : Jogoboro dan Satpol PP Jogja Diminta Tertibkan Pengamen di Malioboro
Selain pengamen jalanan, Satpol PP Sleman juga mendapatkan aduan dari masyarakat tentang adanya pengemis orang tua. Laporan ini akan segera ditindaklanjuti oleh Satpol PP. Pasalnya dari informasi yang diperoleh Satpol PP Sleman, pengemis lansia tersebut justru sengaja dipekerjakan oleh anaknya.
"Karena informasi yang kami himpun, orang tua itu dipekerjakan oleh anaknya. Kami upayakan anaknya yang akan kita lakukan penyidikan untuk kita ajukan sidang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
China menyindir Uni Eropa saat AC buatan Negeri Tirai Bambu diburu warga Eropa yang dilanda gelombang panas ekstrem.
Sri Sultan meminta wisatawan menunda pendakian Gunung Merapi karena aktivitas vulkanik masih berstatus Siaga dan berpotensi menimbulkan bahaya.
Dani Holgado resmi direkrut Gresini Ducati untuk MotoGP 2027. Pembalap Spanyol itu menjadi rookie pertama yang mengamankan kursi di era baru mesin 850cc.
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Portugal menghadapi Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Cristiano Ronaldo memburu rekor sejarah, sementara Luka Modric memimpin Vatreni.