Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT Damkar) Sleman mencatat peningkatan jumlah kebakaran lahan yang terjadi dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir. Banyaknya kebakaran lahan disebabkan aktivitas pembakaran sampah, terutama setelah masuknya musim kemarau.
Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran, Nawa Murtiyanto, menjelaskan sepanjang 2023, dari Januari hingga 8 Agustus, tercatat total ada sebanyak 104 kebakaran. Jumlah ini meningkat sekitar 30% dibanding tahun sebelumnya di periode yang sama dengan jumlah 77 kejadian.
“Dari 104 kejadian ini, kebakaran yang terjadi, ada 30 kejadian kebakaran lahan. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan 2022 di mana ada sembilan kejadian kebakaran lahan dalam setahun. Ini tujuh bulan ada 30 kejadian, meningkat sangat drastis,” ujarnya, Kamis (10/8/2023).
Sleman wilayah timur mendominasi kejadian kebakaran tersebut sebanyak 22 kejadian, meliputi Ngaglik, Ngemplak, Depok, Berbah, Kalasan dan Kalasan. Sedngkan sisanya tersebar di wilayah lain seperti Sleman, Mlati, Pakem dan Turi.
Dari penyelidikan di lapangan, hampir semua kejadian kebakaran lahan disebabkan oleh faktor manusia, terutama pembakaran sampah. “Penyebabnya pertama karena perilaku pembakaran sampah yang tidak ditunggui atau tidak dikendalikan,” ungkapnya.
UPT Damkar Sleman juga belum menemukan bukti kebakaran lahan yang disebabkan oleh faktor alam atau tanpa campur tangan manusia. “Banyak bukti yang kita temukan di lapangan yang menunjukkan itu, kebakaran lahan disebabkan hal tersebut [pembakaran sampah],” katanya.
Meski demikian, kondisi alam juga turut memicu terjadinya kebakaran. Hal ini disebabkan mulai Agustus hingga September mendatang merupakan masa puncak kemarau panjang. “Artinya tingkat kekeringan akan sampai pada titik tertingginya, sehingga kelembaban akan turun,” katanya.
BACA JUGA: Malioboro Full Pedestrian 2023, Parkiran Ketandan Dijadikan Smart Parking
Fenomena ini menyebabkan material apapun semakin mudah mencapai titik bakarnya. “Hanya butuh percikan api, sudah menjadi kebakaran. Ini yang perlu diperhatikan masyarakat. Lingkungan sangat kering dan sangat mudah menimbulkan kebakaran,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan selalu waspada jika membakar sampah. Dari sisi regulasi, ia mengingatkan pembakaran sampah sebenarnya sudah dilarang melalui UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.
“Masayrakat perlu memperkuat pengawasan perilaku pembakaran sampah di lingkungan masing-masing. Monggo masing-masing pengurus wilayah untuk bisa mengkondisikan hal tersebut agar pembakaran sampah yang dilakukan warga tidak menimbulkan kebakaran atau kerugian [kebakaran lahan] yang lebih banyak,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.
Sapi Mbah Iran milik peternak Bantul terpilih jadi hewan kurban Presiden Prabowo dengan harga Rp90 juta.