Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi investasi (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul terus mengupayakan pertumbuhan investasi di wilayah Projo Tamansari. Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, hingga September ini capaian investasi sudah sebesar 80% dari total yang ditargetkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Annihayah, menjelaskan tahun 2023 ini target realisasi investasi Bantul sebesar Rp394 miliar. “Saat ini [September] sudah tercapai 80 persen,” ujarnya, Selasa (19/9/2023).
Adapun beberapa sektor yang berkontribusi cukup signifikan diantaranya perumahan, trading, perdagangan umum serta industri yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. “Terget itu disesuaikan dengan potensi yang terekam di dalam sistem OSS [Online Single Submission],” katanya.
BACA JUGA : Pertemukan OPD dan Pengguna Layanan, DPMPTSP Tingkatkan Pelayanan Publik
Untuk mengupayakan pertumbuhan investasi, DPMPTSP Bantul mengembangkan sejumlah inovasi. Pertama yakni Geplak atau Gerakan Pendampingan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). “Kami memetakan data di OSS, investasi yang tergolong besar, kami undang untuk pendampingan dalam LKPM,” katanya.
Pendampingan ini bisa berlangsung beberapa hari, dengan harapan laporan dapat diterima oleh sistem dan terverifikasi benar. “Melalui pendampingan seperti itu kita ingin melihat apakah di dalam kinerja Perusahaan itu ada kendala dari sisi SDM, permodalan, penyediaan bahan baku,” katanya.
Ketika permasalahan sudah teridentifikasi, maka pihaknya bisa menindaklanjutinya dengan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dapat bekerja sama menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Ia mengakui realisasi investasi yang sebelumnya masih fluktuatif, kini setelah ada pendampingan, sejak 2021 sudah melampaui target. “Tahun ini juga kami kejar agar realisasi investasi tidak naik-turun, tapi dapat memenuhi target,” paparnya.
BACA JUGA : Selama 2022, Capaian Investasi di Bantul Tembus Rp484 Miliar
Saat ini DPMPTSP Bantul juga tengah mengembangkan Adrem Manis, yakni Administrasi Izin Reklame melalui Geographical Information System (GIS). Melalui sistem ini, pengusaha reklame dapat memantau perizinan yang terkoneksi dengan peta.
“Jadi bisa dilihat untuk permohonan reklame, titik-titik mana yang akan dimohonkan. Nantinya kondisi reklame yang eksisting maupun baru akan dikerjakan bisa dicek. Ini sekaligus fasilitasi pengawasan reklame baik oleh masyarakat maupun pengawas izin reklame. Bisa diakses di website kami, tapi saat ini masih dikembangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.
Jepang mengirim bantuan Rp35,37 miliar untuk identifikasi korban bencana Nepal yang menewaskan 1.396 orang dan memicu ribuan orang hilang.
MNH ditetapkan tersangka kekerasan seksual di Sleman dan dua kali mangkir. Kuasa hukum korban mendesak polisi segera menangkapnya.