Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivitas kendaraan yang melintas di gapura batas kota di Kalurahan Logandeng, Playen. Kamis (21/9/2023). (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul membatalkan rencana untuk menurunkan bando atau palang gapura selamat datang Wonosari di Kalurahan Logandeng, Playen. Pembatalan dilakukan karena anggaran dipangkas untuk menutup defisit anggaran di Pemkab.
Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan tahun ini sempat mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta untuk pemeliharaan gapura batas kota di Kalurahan Logandeng, Playen. Pagu yang disiapkan tidak hanya untuk pemeliharaan dan mempercantik gapura, tapi juga mencopot bando selamat datang Wonosari.
Dia menjelaskan alasan pencopotan palang ini untuk alasan keamanan. secara konstruksi usia bando sudah lebih dari sepuluh tahun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bisa membahayakan pengendara yang melintas sehingga akan mencopotnya.
“Tujuan mengurangi risiko ketidakandalan bando yang terbuat dari besi ini. Jadi, dengan alasan keamanan maka akan dicopot,” katanya, Kamis (21/9/2023).
Meski demikian, lanjut Nanang, rencana tersebut batal terlaksana alokasi yang ada dipangkas untuk menutup defisit anggaran milik Pemkab Gunungkidul yang dilaksanakan pada Maret lalu. Ia mengakui, pada saat pengusulan program di APBD Perubahan 2023, juga sempat mengusulkan kembali agar bisa terlaksa di tahun ini.
Hanya program pencopotan bando tetap tidak bisa dilaksanakan karena ketiadaan anggaran yang dimiliki. “Sudah kami coba, tapi ternyata uangnya tidak ada penambahan,” katanya.
Meski demikian, Nanang mengakui program pemeliharaan gapura batas kota akan dilaksanakan di tahun depan. Hal ini sesuai dengan perencanaan yang disusun untuk kegiatan di 2024.
“Sesuai instruksi Pak Kadis [Kepala DPUPRKP], pencopotan bando selamat datang masuk program prioritas di tahun depan,” kata Nanang.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan defisit anggaran di tubuh pemkab ikut berpengaruh terhadap program kegiatan yang dimiliki. Guna menekan angka defisit, sejumlah program terpaksa ditunda pelaksanaannya.
Selain pencopotan bando selamat datang di gapura batas kota Wonosari, juga ada pembatalan penataan wajah kota tahap dua. “Tidak jadi karena anggarannya untuk menutup defisit. Jadi, memang ada beberapa program yang ditunda pelaksanaannya karena memang keuangan yang masih terbatas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.