Biaya Sosial Pamong Kalurahan Tinggi, Bupati Gunungkidul: Awas Terjerat Pinjol!

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 21 September 2023 16:27 WIB
Biaya Sosial Pamong Kalurahan Tinggi, Bupati Gunungkidul: Awas Terjerat Pinjol!

Bupati Gunungkidul Sunaryanta (kedua kiri) menjadi pembicara dalam bimtek Pamong Kalurahan di Balai Kalurahan Wunung, Wonosari, Kamis (21/9/2023)./Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengingatkan kepada pamong di kalurahan tidak terjerat pinjaman online atau rentenir.

Hal ini disampaikan pada saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pamong Kalurahan di Balai Kalurahan Wunung, Wonosari, Kamis (21/9/2023). “Dukuh [kepala dusun] atau pamong lainnya harus mampu mengelola keuangan dengan baik,” kata Sunaryanta.

Dia menjelaskan, sebagai pamong kalurahan, pasti memiliki beban sosial yang tinggi di masyarakat. Hal ini tak lepas dari statusnya sebagai tokoh masyarakat sehingga terus mendapatkan undangan hajatan, baik dari wilayah domisili maupun luar daerah. “Memang biaya sosial untuk hajatan tinggi, makanya keuangan yang dimiliki harus dikelola dengan baik,” katanya.

Sunaryanta tidak ingin tingginya kebutuhan sosial malah membuat perangkat kalurahan terjerat pinjol atau rentenir. “Saya berpesan jangan sampai menghalalkan berbagai cara, hanya untuk memenuhi kebutuhan. Sebab, kalau sampai terlilit utang yang banyak bisa merugikan keluarga,” katanya.

BACA JUGA: Parah! Tidak Pernah Pinjam, Bos Pendanaan Digital Modalku Pernah Ditagih Pinjol Ilegal

Akses pinjol sangat mudah didapatkan, dan sudah banyak kasus mengenai jeratan pinjol atau rentenir. Oleh karenanya, diperlukan kedisiplinan dalam mengatur keuangan. “Tidak jarang, para pamong harus minjam kanan kiri untuk bisa jagong atau nyumbang dalam hajatan. Ini memaksakan diri dari yang tidak punya harus punya,” katanya.

Pihaknya sedang mempelajari tingginya biaya hajatan di Gunungkidul karena seringkali menjadi beban di masyarakat. Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat bijak dalam menentukan acara khususnya hajatan. “Adanya kajian diharapkan masyarakat mempunyai prioritas utama menyisihkan uang untuk pendidikan,” katanya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online