Delapan ASN Gunungkidul Kena Sanksi, DPRD Dukung Hukuman Tegas
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Puluhan kendaraan harus mengantre untuk melintas di perbaikan jalan di perbatasan dengan Kapanewon Bantul di Kalurahan Patuk, Patuk. Senin (25/9/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perbaikan jalan utama Jogja-Wonosari mulai berimbas ke sektor wisata. Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengklaim selama perbaikan berlangsung ada penurunan kunjungan sekitar 20% dari waktu normal.
Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan selama ini Jalan Jogja-Wonosari merupakan arus pintu utama wisatawan di sisi Barat. Selama adanya perbaikan jalan dilakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup.
Kondisi ini berpengaruh terhadap kelancaran arus kendaraan. Sebagai dampaknya, perbaikan jalan juga membuat kunjungan wisata menurun dari biasanya. “Sekitar 20 persen penurunannya,” katanya, Selasa (26/9/2023).
Dia menjelaskan, di waktu normal kunjungan pada saat libur akhir pekan bisa mencapai 12.500 orang per hari. Namun, selama adanya perbaikan jalan paling banter di kisaran 10.000 orang per hari.
Hal yang sama juga terjadi pada saat hari kerja. Di waktu normal, dalam sehari kunjungan bisa mencapai 3.500 orang. namun, selama perbaikan tidak sampai 3.000 orang per harinya.
BACA JUGA: Retribusi Wisata Gunungkidul Dipastikan Naik pada 2024
Menurut Windu, dengan adanya sistem buka tutup di Jalan Jogja-Wonosari, maka laju kendaraan terhambat. Bus-bus pariwisata banyak kehilangan waktu di perjalanan karena harus mengantre agar dapat melintas. “Masalahnya tujuan wisata tidak hanya ke Gunungkidul, tapi ke destinasi lain. Jadi, ada yang menunda kunjungan atau memindahkan ke destinasi wisata yang lain,” katanya.
Kepala Badang Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, pihaknya sudah memrediksi perbaikan jalan utama Jogja-Wonosari akan memengaruhi kunjungan wisata. Oleh karenanya, didalam pemabahasan APBD Perubahan 2023 mengusulkan agar target pendapatan dari retribusi wisata dapat dikurangi.
“Targetnya sekitar Rp28,9 miliar. Ini sedang dibahas agar bisa dikurangi karena capaian PAD sekarang serta adanya perbaikan jalan menuju wisata ke Gunungkidul,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S membenarkan perbaikan jalan di jalur Jogja-Wonosari masih berlangsung. Ia mendengar berbagai keluhan dari masyarakat yang menilai pembangunan berjalan dengan lambat. “Sering terjadi kemacetan. Sedangkan dari pengerjaan tidak cekat ceket alias lamban dan banyak yang mengeluhkan,” katanya.
Dia berharap pengerjaan bisa dilakukan secara lembur. Terlebih lagi, perbaikan dilakukan ada dua titik sehingga akan memperparah kemacetan yang sudah ada. “Kasihan pengguna jalan karena waktunya habis di jalan. Jadi, kami berharap agar bisa diselesaikan secepatnya,” kata Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.