3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Padukuhan Banyumanik, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul terus membeli air bersih saat kemarau. Ke depannya ada harapan instalasi PDAM bisa menjangkau ke rumah-rumah warga.
Salah seorang warga Banyumanik, Prapto Siswanto mengatakan, untuk mengatasi krisis air bersih saat kemarau tidak bisa dilakukan dengan membuat sumur bor. Pasalnya, di wilayahnya tidak ada sumber air karena dilakukan pengeboran tiga kali, namun mengalami kegagalan.
Adapun dropping air yang diberikan bukan menjadi solusi. Warga berharap akses layanan PDAM bisa diperluas dan ditingkatkan.
BACA JUGA : Kemarau Masih Panjang, Anggaran Dropping Air
Ia tidak menampik sudah ada satu instalasi atau sambungan rumah dari PDAM Tirta Handayani yang dipergunakan secara bergantian oleh warga. Kendati demikian, instalasi ini belum sepenuhnya maskimal karena air baru mengalir saat tengah malam hari.
“Kebetulan di Banyumanik ada tempat penelitian milik UGM. Ada kemungkinan jika air tidak mengalir rutin karena ketinggian bak penampungan [milik PDAM] dengan rumah warga sama. Jadi, hanya bisa mengalir saat bak penuh. Jika tidak, maka air tidak sampai,” kata Sis, sapaan akrabnya, Minggu (8/10/2023).
Menurut dia, jika aliran PDAM lancar, warga bisa sangat terbantu karena harga yang lebih murah ketimbang membeli dari tangka air. Harganya hanya dipatok Rp10.000 per 1.000 liter atau per kubiknya.
Harga ini jauh dengan pembelian tangki yang mencapai Rp150.000 untuk 5.000 liter air. Namun demikian, dikarenakan sering macet, maka memilih membeli dari tangki pengangkut air.
“Kalau hidupnya tengah malam. Jelas, repot karena waktunya istirahat harus menarik-narik selang untuk mengisi air. Jadi, warga lebih memilih membelinya,” katanya.
Sis mengungkapkan, warga Banyumanik berharap layanan PDAM bisa lebih dioptimalkan sehingga masalah air saat kemarau bisa diatasi. “Harapannya bisa satu rumah satu sambungan. Tentunya, kapasitas layanan bisa ditingkatkan agar air bisa terus mengalir,” katanya.
BACA JUGA : BPBD Sleman Sudah Dropping 54 Tangki Air Bersih
Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani mengatakan, terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan. Salah satunya dengan mengoptimalkan kapasitas produksi di sumber Sungai bawah tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.
Hingga sekarang optimalisasi pengolahan air Seropan senilai Rp37,7 miliar masih dalam pengerjaan. Diharapkan tambahan produksi ini bisa meningkatkan kapasitas layanan di Kapanewon Semanu, Rongkop, Ponjong, Semin hingga Ngawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.