Sering Beli Air saat Kemarau, Ini Harapan Warga Banyumanik Gunungkidul

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 08 Oktober 2023 16:57 WIB
Sering Beli Air saat Kemarau, Ini Harapan Warga Banyumanik Gunungkidul

Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Padukuhan Banyumanik, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul terus membeli air bersih saat kemarau. Ke depannya ada harapan instalasi PDAM bisa menjangkau ke rumah-rumah warga.

Salah seorang warga Banyumanik, Prapto Siswanto mengatakan, untuk mengatasi krisis air bersih saat kemarau tidak bisa dilakukan dengan membuat sumur bor. Pasalnya, di wilayahnya tidak ada sumber air karena dilakukan pengeboran tiga kali, namun mengalami kegagalan.

Adapun dropping air yang diberikan bukan menjadi solusi. Warga berharap akses layanan PDAM bisa diperluas dan ditingkatkan.

BACA JUGA : Kemarau Masih Panjang, Anggaran Dropping Air

Ia tidak menampik sudah ada satu instalasi atau sambungan rumah dari PDAM Tirta Handayani yang dipergunakan secara bergantian oleh warga. Kendati demikian, instalasi ini belum sepenuhnya maskimal karena air baru mengalir saat tengah malam hari.

“Kebetulan di Banyumanik ada tempat penelitian milik UGM. Ada kemungkinan jika air tidak mengalir rutin karena ketinggian bak penampungan [milik PDAM] dengan rumah warga sama. Jadi, hanya bisa mengalir saat bak penuh. Jika tidak, maka air tidak sampai,” kata Sis, sapaan akrabnya, Minggu (8/10/2023).

Menurut dia, jika aliran PDAM lancar, warga bisa sangat terbantu karena harga yang lebih murah ketimbang membeli dari tangka air. Harganya hanya dipatok Rp10.000 per 1.000 liter atau per kubiknya.

Harga ini jauh dengan pembelian tangki yang mencapai Rp150.000 untuk 5.000 liter air. Namun demikian, dikarenakan sering macet, maka memilih membeli dari tangki pengangkut air.

“Kalau hidupnya tengah malam. Jelas, repot karena waktunya istirahat harus menarik-narik selang untuk mengisi air. Jadi, warga lebih memilih membelinya,” katanya.

Sis mengungkapkan, warga Banyumanik berharap layanan PDAM bisa lebih dioptimalkan sehingga masalah air saat kemarau bisa diatasi. “Harapannya bisa satu rumah satu sambungan. Tentunya, kapasitas layanan bisa ditingkatkan agar air bisa terus mengalir,” katanya.

BACA JUGA : BPBD Sleman Sudah Dropping 54 Tangki Air Bersih

Terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani mengatakan, terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan. Salah satunya dengan mengoptimalkan kapasitas produksi di sumber Sungai bawah tanah Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong.

Hingga sekarang optimalisasi pengolahan air Seropan senilai Rp37,7 miliar masih dalam pengerjaan. Diharapkan tambahan produksi ini bisa meningkatkan kapasitas layanan di Kapanewon Semanu, Rongkop, Ponjong, Semin hingga Ngawen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online