Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memastikan hak suara difabel terfasilitasi. Beberapa yang dilakukan yakni menyiapkan braile untuk difabel netra dan TPS yang aksesibel.
Pada pemilu 2024, berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), KPU Bantul mencatat total ada sebanyak 6.860 pemilih difabel, dengan rincian 656 difabel netra, 251 difabel tuli, 2.744 difabel daksa, 669 difabel bisu, 2.145 difabel mental dan 395 difabel intelektual.
Plt Ketua KPU Bantul, Joko Santosa, menjelaskan dari data tersebut, KPU Bantul mendistribusikan alat bantu coblos sesuai dengan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) difabel tersebut memilih. “Sesuai regulasi, alat bantu coblos itu untuk presiden-wakil presiden dan DPD,” ujarnya, Jumat (20/10/2023).
Baca Juga: Pemilu 2024, Jumlah Pemilih Difabel DIY Mencapai 30.503
Alat bantu coblos tersebut berupa surat suara breile yang bisa digunakan oleh para difabel netra. Sedangkan untuk surat suara DPR dan DPRD, tidak disediakan alat bantu coblos, melainkan difasilitasi pendamping bagi difabel.
“Pemilih yang merasa minta didampingi penyelenggara nanti minta pendampingan, setelah itu ada surat pernyataan pendamping. Pendamping tidak boleh mengarahkan, tapi hanya menunjukkan yang ditanya. Misalnya partai mana, nomor sekian,” katanya.
Baca Juga: 3.351 Difabel Jogja Terdata sebagai Pemilih di Pemilu 2024
Kemudian untuk mengakomodir difabel daksa maupun para pemilih yang belum masuk dalam daftar difabel, KPU Bantul menyiapkan TPS aksesibel di seluruh TPS di Bantul. “Ada maupun tidak ada disabilitas, KPPS [Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara] wajib memenuhi TPS yang akses,” ujarnya.
Ia mencontohkan jika di TPS terdapat undakan, maka KPPS wajib menyiapkan trap untuk akses kursi roda. Lalu besarnya setiap pintu di TPS juga harus menyesuaikan dengan besarnya kursi roda. “Sampai di bilik suara, kursi-mejanya sudah diatur. Terus jarak antara bilik dengan tembok di belakangnya harus bisa dilalui kursi roda,” ungkapnya.
TPS aksesibel itu sudah menjadi protap di 3.166 TPS di Bantul. Jika ada TPS yang belum menerapkan standar tersebut, masyarakat bisa melaporkan ke KPU Bantul. “Kalau enggak nanti bisa direkomendasi untuk ditata ulang,” kata dia.
Kemudian untuk difabel berat yang tidak memungkinkan untuk keluar rumah, KPPS memberi layanan khusus berupa jemput suara, selama ada permintaan dari pihak yang bersangkutan. Penjemputan suara dilakukan dengan protap khusus pula.
“Yang melayani tidak boleh semuanya, hanya beberapa orang. Terus nanti membawa alat-alat khusus untuk menjaga kerahasiaan pemilih dan wajib didampingi saksi serta pengawas. Pelayanannya ditunggu sampai situasi tidak crowded di TPS, memperhatikan situasi-kondisi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Trans Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp500. Simak daftar rute, tarif reguler, pembayaran, dan syarat tarif khusus.
Cara perpanjang SIM A dan C online di Sleman lewat HP. Simak 9 tahapan, dokumen, pilihan Satpas, hingga biaya PNBP Rp80.000.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Cek jadwal KSPN Jogja Senin 31 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 31 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.