Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul telah menetapkan target Bantul Bebas Sampah 2025 (Bantul Bersama). Untuk mewujudkan target ini, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, juga mengajak generasi muda untuk mulai membudayakan pilah sampah.
Halim menjelaskan generasi muda juga harus diajarkan untuk memilah sampah, salah satunya di lingkungan sekolah. Budaya ini harus terus dikembangkan agar lebih memahami cara menjaga lingkungan hidup, khususnya dari pengelolaan sampah.
“Masyarakat Bantul harus memiliki budaya untuk memilah sampah dan daur ulang dengan baik. Harapannya pada tahun 2025 nanti Bantul akan menjadi Kabupaten yang bersih, asri dan kualitas lingkungan hidup kembali meningkat,” ujarnya dalam Refleksi Dua Tahun Bantul Bersama pada Rabu (25/10/2023) di SMA N 1 Bantul.
Baca Juga: Banyak Sampah di Sungai, Bupati Bantul: Pembuangnya Banyak dari daerah Utara
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menurutnya juga menjadi salah satu penyebab utama adanya permasalahan sampah di Kabupaten Bantul. Hal itu bisa dilihat dari perkembangan kemasan makanan ataupun produk lain yang menumpuk akibat gaya hidup berbelanja online.
Kebiasaan ini yang membuat TPA Piyungan semakin menumpuk. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai Kabupaten Mandiri Pengelolaan Sampah antara lain dengan melakukan pengurangan serta pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan semua produsen sampah.
“Optimalisasi kinerja bank sampah atau shodaqoh sampah di tingkat padukuhan, optimalisasi kinerja pengolahan sampah di TPS3R [Tempat Pengolahan Sampah Recycle, Reduce, Reuse] tingkat kalurahan, serta pembangunan sarana prasarana pengolahan sampah residu di tingkat kabupaten,” katanya.
Baca Juga: Mengatasi Sampah, Kalurahan Caturharjo di Bantul Bikin Ribuan Jugangan
Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho, mengatakan perjalanan Bantul Bersama selama dua tahun, terdapat peningkatan jumlah bank sampah di Kabupaten Bantul, yang pada Tahun 2022 sejumlah 227 unit menjadi 354 unit pada tahun ini.
Begitu juga dengan jumlah TPS3R yang pada tahun lalu 19 unit yang mampu mengelola sampah sebesar 29,94 ton/hari, meningkat menjadi 29 unit yang mampu mengelola sampah sebesar 75,52 ton/hari di Tahun 2023 ini.
Baca Juga: Optimalkan Pengelolaan Sampah, Setiap Dusun di Bantul Bakal Terima Rp50 Juta
“Kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah yang akan diterapkan di Tahun 2024 merupakan tantangan baru bagi kita semua. Tidak lagi hanya meminimalkan jumlah sampah yang dikirim ke TPA Piyungan, namun Kabupaten Bantul harus bisa mandiri pengelolaan sampah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Mobil susah hidup belum tentu karena aki. Kenali lima tanda dinamo starter rusak agar terhindar dari mogok dan biaya perbaikan mahal.
Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Erling Haaland dan rekor buruk pertemuan menjadi ancaman bagi Selecao.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Marc Marquez resmi memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga 2027. Kesepakatan ini membuka peluangnya mengejar rekor gelar dunia MotoGP.
Kylian Mbappe mencatat 11 gol di fase gugur Piala Dunia dan resmi menjadi pencetak gol knockout terbanyak sepanjang sejarah, melampaui Ronaldo dan Messi.