Kantor Kapanewon Ponjong Bakal Dipindah ke Pinggir Jalan Nasional
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus melakukan pematauan proyek infrastruktur yang menjadi program srtategis di 2023. Diharapkan seluruh pembangunan bisa selesai sebelum tahun anggaran berakhir.
Berdasarkan data Pemkab Gunungkidul, total ada delapan program strategis yang dilaksanakan di tahun ini. Rinciannya, perbaikan jalan Serut-Tawang senilai Rp7,8 miliar; pembangunan Kawasan Parkir Nglanggeran Rp7,02 miliar; pembangunan ruang rawat inap RSUD Saptosari Rp11,6 miliar, pembangunan Gedung laboratorium Kesehatan daerah senilai Rp4,6 miliar.
Selain itu, ada juga pembangunan kantor Kapanewon Patuk senilai Rp2,4 miliar; Ruang Terbuka Hijau (RTH) wajahg Kota Wonosari senilai Rp551 juta; rehabilitasi Gedung SMP Negeri 2 Gedangsari Rp1,8 miliar dan SD Negeri Wotawati Girisubo senilai Rp541 juta.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, terus memantau perkembangan pembangunan infrastruktur yang jadi program strategis di 2023. Berdasarkan laporan yang masuk ada sekitar delapan kegiatan yang dilakukan mulai dari perbaikan jalan, pembangunan Gedung hingga Kawasan parkir.
BACA JUGA: Anggaran Dropping Air Ludes, Kapanewon di Gunungkidul Angkat Tangan
Nilai total dari proyek ini lebih dari Rp37,14 miliar. Menurut dia, mayoritas proyek sudah selesai dikerjakan karena tinggal dua paket yang masih dalam penyelesaian.
Kedua paket meliputi pembangunan Kawasan parkir Nglangeran dan ruang rawat inap di RSUD Saptosari. “Untuk enam kegiatan lainnya sudah selesai,” kata Sunaryanta, Minggu (5/11/2023).
Ia berharap paket yang masih dalam pengerajaan bisa segera diselesaikan sehingga tidak molor dari target yang telah ditentukan. “Jangan sampai molor dan harus selesai tepat waktu,” katanya.
Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Setda Gunungkidul, Eddy Praptono mengatakan, sudah melakukan invetarisasi terhadap pelaksanaan program strategis yang dimiliki pemkab. Ia tidak menampik mayoritas proyek sudah selesai, namun juga masih ada yang dikerjakan.
Salah satunya pembangunan ruang rawat inap di RSUD Saptosari. Berdasarkan pemantauan belum lama ini, perkembangan pengerjaan baru sekitar 36%, sedangkan waktu pengerjaan tinggal menyisakan 50 hari.
BACA JUGA: Warga Ngarchan Terdampak Kekeringan Dapat Bantuan Air Bersih
“Terus diawasi karena menjadi salah satu perhatian oleh Pak Bupati agar bisa selesai sesuai kontrak. Rekanan juga sudah menambah pegawai untuk menyelesaikan pengerahaan,” kata Eddy.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, untuk proyek strategis sebenarnya ada dua paket yang seharusnya dikerjakan 2023. Paket ini terdiri dari penataan Kawasan ibukota kabupaten tahap kedua senilai Rp14,7 miliar dan taman parkir di depan Pasar Argosari senilai Rp2 miliar.
Hanya saja, lanjut dia, dikarenakan adanya defisit anggaran kedua program terkena rasionalisasi sehingga tidak bisa dilaksanakan. “Untuk penataan tahap kedua rencananya dilanjutkan tahun depan,” kata Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
Vietnam naik kelas jadi negara berpendapatan menengah atas versi Bank Dunia. ASEAN kini punya 5 anggota upper-middle income. Simak daftar lengkap dan dampaknya!
Bocah 8 tahun terseret ombak di Pantai Goa Cemara Bantul, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian hingga Minggu sore.
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
5 operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan 2026: kecelakaan, kosmetik, luar negeri, dan lainnya. Simak 19 operasi yang dijamin dan syarat klaimnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.