Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, BANTUL—Komoditas ikan lele memiliki peluang pasar yang besar di DIY. Sementara produktivitas ikan lele di Bantul masih kecil dan baru menyuplai sebagian kecil kebutuhan lele di DIY. Pemkab Bantul pun mendorong peningkatan pembudidaya maupun padat tebar ikan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Istriyani, menjelaskan lele yang masuk ke Jogja setiap hari setidaknya 30 ton. “Kebutuhan lele warga Jogja dengan jumlah penduduknya, dengan jumlah mahasiswanya, dengan wisatawannya, per hari butuh 30 ton,” ujarnya, Sabtu (11/11/2023).
Angka ini didapatkan dari hasil survei ke Boyolali, yang menyebutkan setiap hari produsen dari daerah tersebut menyuplai 20 ton lele ke Jogja. “Itu baru yang dari Boyolali, belum dari Tulungagung, dari Blitar. Taruhlah rata-rata 30 ton per hari masuk akal,” katanya.
Sementara lele produksi Bantul yang masuk ke Jogja setiap harinya hanya di kisaran 5 ton. Maka peluang pasar lele untuk wilayah Jogja masih sangat besar. Produksi lele di Bantul ada di kisaran 50% lebih dari total produksi ikan budidaya di Bantul sebanyak 7.000 ton per tahun. Adapun total produksi ikan bididaya berbagai jenis sekitar 14.000 ton per tahun.
Melihat data tersebut, Pemkab Bantul senantiasa mendorong peningkatan produktivitas ikan budidaya, terutama lele. Selain potensi pasar yang besar, budidaya lele juga relatif lebih mudah dibandingkan dengan ikan jenis lainnya. “Lele itu yang paling mudah dibudidayakan, dengan air sumur,” katanya.
BACA JUGA:Produksi Minim, 54% Konsumsi Ikan Warga Bantul Didatangkan dari Luar
Beberapa hal yang dilakukan diantaranya menambah jumlah pelaku atau pembudidaya ikan. Saat ini ada sekitar 8.000 pembudidaya ikan yang tergabung dalam 417 kelompok pembudidaya. Kedua, meningkatkan produktivitas ikan.
“Menggunakan lahan lebih produktif. Artinya kita menggunakan padat tebar per satuan luas. Walaupun luasannya sama, tapi yang ditebar jumlahnya harus lebih banyak. Kalau biasanya 1 meter persegi diisi 200 ekor, kalau 1.000 bisa kenapa tidak,” ungkapnya.
Beberapa wilayah yang sudah berhasil meningkatkan produktivitas ini seperti di Kalurahan Ringinharjo dan Poncosari. Untuk dapat memaksimalkan produksi ini, menurutnya kuncinya ada di air yang digunakan, harus selalu mengalir.
“Airnya mengalir terus menerus. Maka yang perlu diperhatikan adalah lokasinya, yakni di daerah dekat dengan saluran irigasi, supaya air yang keluar bisa dimanfaatkan untuk sawah. Jangan terbuang percuma. Artinya memang tidak semua lokasi cocok,” paparnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan untuk mendorong produktivitas perikanan, beberapa lahan menganggur terutama Tanah Kas Desa bisa dimanfaatkan. “Cobalah rembugan dengan Pak Lurah. Sewa tanah kas desa untuk dijadikan kolam-kolam,” ungkapnya.
Dibanding komoditas lain, ikan menurutnya memiliki nilai lebih, sehingga lebih menguntungkan. “Dengan catatan pembudidayaannya efisien dan tingkat kematian ikan bisa ditekan sekecil mungkin. Ini tugas para pakar untuk menemukan teknologi perikanan yang efektif dan efisien,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.