Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memiliki tugas berat untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 13% di 2024. Tahun ini angka kemiskinan mencapai 15,60 atau turun 0,26% dibandingkan dengan posisi di 2022.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, sudah mendapatkan data dari BPS berkaitan dengan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Ia tidak menampik, penurunan di tahun ini tidak setinggi dengan capaian di 2022.
BACA JUGA : Kemiskinan di DIY Berangsur-angsur Menurun
Ia mencontohkan tahun lalu penurunannya mencapai 1,83% dari 17,61% di 2021 menjadi 15,86%. Adapun tahun ini turun menjadi 15,60. “Turunnya memang tipis karena hanya 0,26% di tahun ini,” kata Aldian, Senin (13/11/2023).
Ia mengakui, meski hanya turun tipis, namun tidak mengubah target angka penurunan di 2023 sebesar 13%. Pihaknya terus berupaya untuk mencapai target tersebut.
Aldian menjelaskan, perhitungan angka kemiskinan menggunakan pendekatan konsumsi dan nonkonsumsi. Dua hal menjadi bagian perhatian dalam upaya penurunanan kemiskinan di Gunungkidul. “Intinya upaya pencegahan dan penurunan angka kemiskinan terus dilakukan,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul ini.
Adapun pelaksanaannya, pemkab tidak bekerja sama dengan Pemerintah DIY dan Pemerintah Pusat. Salah satunya untuk pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, air bersih dan sanitasi.
BACA JUGA : 2023, Angka Kemiskinan Gunungkidul Turun Tipis
“Untuk indikator konsumsi ada program pemenuhan makanan bagi warga lansia dan kelompok disabilitas,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Sosial-P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, program Menu Bawann Mekari sudah dipersiapkan. Ini merupakan kepanjangan Menengok Saudara dengan Membawa Sarapan, Makan Pemenuhan Kalori Sehari.
Untuk menyukseskan program inni, tahun depan dialokasikan anggaran sekitar Rp2,26 miliar di tahun depan. Dia menjelaskan, program ini dijalankan merupakan salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Sesuai dengan target yang dicanangkan Bupati Sunaryanta, tahun depan angka kemiskinan bisa turun menjadi 13%.
Asti mengungkapakn, Menu Bawann Mekari direncanakan dengan memberikan bantuan makanan bagi kelompok anak terlantar, lansia terlantar hingga anggota disabilitas di Gunungkidul. Sesuai data yang dimiliki ada 2.506 jiwa yang menjadi sasaran program, tersebar di 18 kapanewon.
“Bantuan makanan diberikan selama 30 hari,” katanya.
Menurut dia, sudah ada by name by addres calon penerima bantuan. Asti mengungkapkan, bantuan permakanan sudah dilaksanakan di tahun ini. Jumlah penerima memang hanya 100 orang. Adapun bantuan diberikan dengan bentuk sembako senilai Rp1 juta untuk setiap penerima manfaat.
“Program sudah dilaksankaan Maret lalu. Untuk tahun depan, penerimanya akan lebih banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.