Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memiliki tugas berat untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 13% di 2024. Tahun ini angka kemiskinan mencapai 15,60 atau turun 0,26% dibandingkan dengan posisi di 2022.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, sudah mendapatkan data dari BPS berkaitan dengan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Ia tidak menampik, penurunan di tahun ini tidak setinggi dengan capaian di 2022.
BACA JUGA : Kemiskinan di DIY Berangsur-angsur Menurun
Ia mencontohkan tahun lalu penurunannya mencapai 1,83% dari 17,61% di 2021 menjadi 15,86%. Adapun tahun ini turun menjadi 15,60. “Turunnya memang tipis karena hanya 0,26% di tahun ini,” kata Aldian, Senin (13/11/2023).
Ia mengakui, meski hanya turun tipis, namun tidak mengubah target angka penurunan di 2023 sebesar 13%. Pihaknya terus berupaya untuk mencapai target tersebut.
Aldian menjelaskan, perhitungan angka kemiskinan menggunakan pendekatan konsumsi dan nonkonsumsi. Dua hal menjadi bagian perhatian dalam upaya penurunanan kemiskinan di Gunungkidul. “Intinya upaya pencegahan dan penurunan angka kemiskinan terus dilakukan,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul ini.
Adapun pelaksanaannya, pemkab tidak bekerja sama dengan Pemerintah DIY dan Pemerintah Pusat. Salah satunya untuk pemenuhan kebutuhan rumah layak huni, air bersih dan sanitasi.
BACA JUGA : 2023, Angka Kemiskinan Gunungkidul Turun Tipis
“Untuk indikator konsumsi ada program pemenuhan makanan bagi warga lansia dan kelompok disabilitas,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (Sosial-P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, program Menu Bawann Mekari sudah dipersiapkan. Ini merupakan kepanjangan Menengok Saudara dengan Membawa Sarapan, Makan Pemenuhan Kalori Sehari.
Untuk menyukseskan program inni, tahun depan dialokasikan anggaran sekitar Rp2,26 miliar di tahun depan. Dia menjelaskan, program ini dijalankan merupakan salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Sesuai dengan target yang dicanangkan Bupati Sunaryanta, tahun depan angka kemiskinan bisa turun menjadi 13%.
Asti mengungkapakn, Menu Bawann Mekari direncanakan dengan memberikan bantuan makanan bagi kelompok anak terlantar, lansia terlantar hingga anggota disabilitas di Gunungkidul. Sesuai data yang dimiliki ada 2.506 jiwa yang menjadi sasaran program, tersebar di 18 kapanewon.
“Bantuan makanan diberikan selama 30 hari,” katanya.
Menurut dia, sudah ada by name by addres calon penerima bantuan. Asti mengungkapkan, bantuan permakanan sudah dilaksanakan di tahun ini. Jumlah penerima memang hanya 100 orang. Adapun bantuan diberikan dengan bentuk sembako senilai Rp1 juta untuk setiap penerima manfaat.
“Program sudah dilaksankaan Maret lalu. Untuk tahun depan, penerimanya akan lebih banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.