Kelok 23 Dibuka September, Ada 3 Gardu Pandang di JJLS
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
Kondisi rumah warga Semin yang rusak./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memastikan adanya bantuan kepada warga terdampak angin kencang di Kalurahan Rejosari, Semin. Adapun bantuan yang telah disalurkan berupa logistik makanan, sedangkan untuk lainnya masih menunggu hasil assemen di lapangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan dampak dari musibah angin kencang di Kalurahan Rejosari tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga ada bantuan kepada warga terdampak.
Hasil asesmen di lapangan ada 53 titik yang mengalami kerusakan. Untuk upaya pemulihan juga sudah memberikan bantuan logistic berupa makanan kepada warga terdampak.
Adapun bantuan lainnya, sambung dia, tim dilapangan sedang melakukan verifikasi terkait dengan bantuan yang akan diberikan. “Masih ada bantuan lain seperti bahan untuk perbaikan rumah. Tapi, untuk jumlahnya masih menunggu hasil asesmen lanjutan tim di lapangan,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Rumah Rusak, Warga Semin Butuh Bantuan Asbes dan Genteng
Sebelumnya diberitakan, Lurah Rejosari, Sunarto mengatakan, musibah angin kencang terjadi pada Senin (13/11/2023). Meski tidak ada korban jiwa, namun ada sekitar 53 rumah warga di Padukuhan Sempu Lor, Sempu Kidul, Karanggayam Lor dan Karanggayam Kidul yang rusak.
Kerusakan yang terjadi pada bagian atap mulai dari asbes dan genteng pecah karena terbawa angin. “Untuk yang rusak berat ada enam rumah. Sedangkan lainnya banyak rusak ringan dan sedang,” kata Sunarto saat ditemui di lokasi rumah terdampak di Padukuhan Sempu Lor, Senin siang.
Menurut dia, upaya perbaikan sudah dilakukan warga dengan cara kerja bakti dan melibatkan warga, sukarelawan, anggota BPBD hingga personel TNI-Polri. Selain itu, juga ada bantuan logistic berupa makanan yang dikirim oleh BPBD Gunungkidul. “Sudah dikirim untuk bantuan logistiknya,” katanya.
Meski demikian, Sunarto mengakui upaya perbaikan yang dilakukan belum optimal. Pasalnya, warga terdampak kekurangan bahan untuk perbaikan seperti asbes maupun genteng. “Mudah-mudahan ada bantuan dari BPBD karena memang warga membutuhkan khsusunya asbes dan genteng untuk perbaikan atap yang rusak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.
DPRD Gunungkidul menyoroti potensi parkir ilegal dan pungutan ganda di destinasi wisata serta mendorong pengelolaan bersama warga lokal.
BGN memberikan suspend 30 hari kepada SPPG Sidoarjo Tanggulangin setelah 512 santri keracunan. Investigasi penyebab masih dilakukan.
Bioskop NSC di Wates ditargetkan beroperasi Oktober 2026. Investasi tahun pertama diperkirakan mencapai Rp17,4 miliar.