Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi-Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mnengerjakan soal menggunakan metode computer Assisted Test (CAT) di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) di lingkup Pemkab Gunungkidul berlangsung 20-21 November 2023. Meski demikian, didalam pelaksanaannya ada puluhan peserta yang memilih tes di luar daerah.
Kepala Bidang Formasi Pengembangan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Farid Juni Haryanto mengatakan, tahapan rekrutmen P3K sudah memasuki tes seleksi kompetensi dasar. Pelaksanaan sudah mulai sejak 14 November 2023, namun untuk peserta Gunungkidul baru terlaksana mulai Senin (20/11/2023) dan Selasa (21/11/2023).
“Hari ini sudah mulai SKD dan pelaksanaan berlangsung selama dua hari,” kata Farid kepada wartawan, Senin siang.
Dia mengatakan, total peserta yang berhak mengikuti SKD sebanyak 1.075 calon. Meski demikian, tidak semua peserta melaksanakan tes di DIY, karena ada 61 peserta memilih tes di luar daerah.
“Untuk tes P3K di DIY, dipusatkan di Kota Jogja. Tapi, ada puluhan peserta yang memilih tes di luar daerah,” katanya.
Menurut Farid, sesuai dengan peraturan, peserta diperbolehkan memilih lokasi tes sesuai dengan keinginan. Oleh karenanya, tidak ada masalah Ketika peserta CP3K memilih tes di luar DIY.
Ditambahkan dia, dihari pertama tes di DIY, ada peserta sebanyak 512 orang. Adapun hari kedua dijadwalkan jumlah peserta yang mengikuti SKD sebanyak 502 orang.
“Jadi kalau ditotal dengan yang tes di luar daerah maka ada 575 CP3K ikut tes SKD,” ungkapnya.
BACA JUGA: Ini Jadwal Lengkap Seleksi PPPK Gunungkidul
Kepala BKPPD Gunungkidul, Iskandar meminta kepada peserta CP3K untuk tidak memercayai adanya modus penipuan berkedok membantu didalam penerimaan. Menurut dia, proses penerimaan sangat bergantung dengan kemampuan masing-masing peserta.
“Kalau ada yang memberikan iming-iming bisa membantu dan meminta imbalan merupakan modus penipuan. Sebab, proses penerimaan semuanya gratis,” kata Iskandar.
Menurut dia, sempat ada masa perpanjangan pendaftaran sehingga berdampak terhadap tahapan dalam rekrutmen. Meski ada perubahan ia berharap pelaksanaan di Gunungkidul dapat berjalan dengan lancar.
“Total tahun ini ada kuota 439 formasi untuk P3K di Gunungkidul,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.