3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (pakai topi) saat melihat budidaya lele yang dikembangkan di Padukuhan Klampok, Kalitekuk, Semin. Selasa (21/11/2023) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau budidaya lele yang dikembangkan oleh Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri di Padukuhan Klampok, Kalitekuk, Semin, Selasa (21/11/2023).
Ia berharap sentra usaha kerakyatan ini bisa terus dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat. Menurutnya, budidaya lele masih sangat prospektif dari sisi bisnis. Pasalnya, tingkat kebutuhan sehari-hari se-Gunungkidul sekitar dua ton, namun pasokannya baru di kisaran satu ton per hari.
BACA JUGA: Tahun Depan, Vaksinasi JE Akan Menyasar Anak di Gunungkidul
Oleh karenanya, masih ada ceruk pasar yang belum digarap sehingga potensi ini dapat dimanfaatkan oleh warga Gunungkidul. “Kalau kurang pastinya menambah pasokan dari luar. Jadi ada peluang sehingga budidaya lele harus dikembangkan,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/11/2023).
Sunaryanta akan mendukung usaha budidaya tersebut karena sebagai penanda geliat ekonomi kerakyatan di Masyarakat. “Tentunya dengan budidaya maka bisa mendapatkan hasil dan harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan di Masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Kalitekuk, Waluya. Menurut dia, budidaya dikembangkan di Padukuhan Klampok terhitung berhasil karena sekarang sudah bisa menikmati hasilnya. Ia berharap dengan keberhasilan ini maka bisa dikembangkan di Sembilan padukuhan lainnya di Kalitekuk sehingga budidaya tersebut dapat menjadi sentra di Gunungkidul.
“Tentunya kami mendukung karena Masyarakat juga bisa memeroleh manfaatnya. Jadi, kalurahan siap mendukung untuk pengembangannya,” kata Waluya.
Menurut dia, sebelum ada pengembangan budidaya oleh koperasi Mina Mulya Maju Mandiri, sempat ada usaha yang sama, tapi mengalami kegagalan. “Mungkin ilmunya masih kurang. Dengan keberhasilan di Klampok harapannya bisa ditularkan di padukuhan lainnya,” ungkapnya.
Manajer Koperasi Mina Mulya Maju Mandiri, Kasmanto mengatakan, total ada 650 kolam lele yang dikelola. Pada saat panen, setiap harinya bisa memanen antara delapan kuintal hingga satu ton lele.
“Untuk setiap kolam bisa menghasilkan lele hingga dua kuintal sekali panen. Pasarnya sendiri mudah karena kebutuhan lele di Gunungkidul mencapai dua ton per harinya,” kata Kasmanto.
Menurut dia, budidaya lele bisa panen sebanyak empat kali dalam setahun. Ia tidak menampik, keberadan pakan menjadi faktor penentu hasil, namun sekarang bisa diatasi dengan membuat pakan secara mandiri.
“Ya kalau pakannya harus beli jelas tidak untuk karena harganya tembus Rp13.000 per kilo. Sedangkan kalau buat sendiri operasionalnya hanya Rp8.000 per kilo sehingga masih mendapatkan untung dalam hal budidaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.