Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Situasi kawasan Malioboro, Senin (1/1) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Kepadatan di kawasan Malioboro masih terjadi sejak malam pergantian tahun hingga tanggal 1 Januari 2024. Pantauan Harian Jogja, lalu lintas terlihat padat sejak dari Jembatan Kleringan atas dan bawah hingga menuju Jalan Malioboro.
Kendaraan yang melintas masih didominasi oleh kendaraan roda empat berplat luar Jogja. Sementara, pedestrian Malioboro juga dipadati para wisatawan. Kebanyakan merupakan kalangan keluarga. Banyak wisatawan yang juga tampak telah membawa tentengan oleh-oleh.
Salah satu wisatawan asal Boyolali, Sutarto mengaku telah mengabiskan dua hari masa liburannya di Kota Jogja. Sebelum ke Kota Jogja, dia juga sempat berwisata ke Madura dan Surakarta. Kota Jogja menjadi salah satu kota yang sengaja dia tuju saat liburan kali ini.
Lantaran baginya Kota Jogja ngangeni dan ingin mengulang masa nostalgia saat muda ketika berwisata ke Kota Jogja. "Di sini juga bersih, lalu lintasnya meskipun padat tapi lancar," kata Sutarto saat ditemui di Jalan Malioboro, Senin (1/1).
BACA JUGA: Polda DIY Sebut Perayaan Malam Tahun Baru di Kawasan Malioboro Kondusif
Dia bersama sang istri juga sempat membeli oleh-oleh. Berupa kaos, daster, dan makanan khas Jogja yang dibeli di Teras Malioboro 1. Tak ada harga nuthuk, menurutnya harga masih wajar dan terjangkau. Dia bahkan bisa mendapatkan 5 pcs kaos hanya dengan membayar Rp100 ribu.
"Setelah ini rencananya mau ke Kraton dan pulang sore hari," ujarnya.
Wisatawan lain, Eko Budiyono mengatakan ini merupakan kali pertama baginya datang lagi ke Malioboro sejak bertahun-tahun lalu. Dia mengaku terkesan dengan suasana Malioboro yang kini bersih dari pedagang kaki lima. Eko juga merasa belanja oleh-oleh menjadi lebih mudah. Tentunya dengan harga yang bisa ditawar.
"Kalau di Teras Malioboro cukup menarik. Para penjual ramah, dan harganya sangat murah meriah," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.