Sampah di Kawasan Pantai Gunungkidul Capai 82,76 Ton saat Libur Nataru

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 09 Januari 2024 13:57 WIB
Sampah di Kawasan Pantai Gunungkidul Capai  82,76 Ton saat Libur Nataru

Foto ilustrasi sampah di kawasan pantai. /Harian Jogha-Dok.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menyampaikan tonase selama bulan Desember 2023 mencapai 82,76 Ton. Kenaikan ini terekam jelas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan apabila melihat tonase sampah setiap tahunnya, bulan Desember dan Januari menjadi puncak ledakan sampah.

BACA JUGA : Kerja Keras saat Libur Nataru, Petugas Kebersihan Kota Jogja Dapat Beras dan Minyak dari Pemkot

“Sampah masuk ke TPAS [Tempat Pemrosesan Akhir Sampah] Wukirsari sebanyak 1.427,07 ton. Khusus dari pantai, sampah masuk sebesar 82,76 Ton,” kata Heri dihubungi, Selasa (9/1/2024).

Heri menjelaskan total tonase sampah 1.427,07 Ton berasal dari pelanggan kebersihan seperti rumah tangga,  kantor,  pelaku usaha, serta destinasi wisata. Di kawasan pantai, sampah yang ada berasal dari wisatawan dan aktivitas pelaku usaha.

Sampai saat ini, armada sampah yang dimiliki UPT sebanyak 20 unit dengan rincian dua unit roda empat, lima arm roll, dan sisanya dump truck. Armada ini yang digunakan untuk mengangkut sampah pelanggan.

“Destinasi wisata yang menjadi pelanggan pengangkutan sampah UPT ada tiga belas di wilayah pantai. Kalau total pelanggan rumah tangga ada 3.794,” katanya.

Apabila melihat tren kenaikan-penurunan sampah selama tahun 2023, tonase akan melonjak di bulan Januari dan Desember menyusul libur Natal dan Tahun Baru. Januari 2023 tonase sampah mencapai 1.614.890 ton. Dari angka itu, sebanyak 84.470 berasal dari kawasan pantai. Bulan Februari sampai April, sampah dari kawasan pantai menurun; secara berurutan sebanyak 66.050 ton, 59.820 ton, dan 52.240 ton.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup setempat juga telah mengimbau agar masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri melalui keberadaan Bank Sampah dan TPS3R.

BACA JUGA : Hadapi Potensi Lonjakan Sampah di Libur Nataru, DLH Siagakan Seluruh Armada Pengangkut Sampah

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro mengatakan Gunungkidul telah memiliki sekitar 210 bank sampah dan akan bertambah. Sedangkan jumlah TPS3R baru ada 17 titik.

Tahun 2024, Eko mengaku akan ada pembangunan satu TPS3R dan pendirian sepuluh Bank Sampah yang tersebar di seluruh wilayah di Gunungkidul.

“Bank Sampah dapat mengelola 30 persen sampah anorganik yang dihasilkan satu keluarga. Lalu 70 persen sisanya adalah sampah organik yang bercampur dan dapat dikelola di TPS3R,” kata Eko.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online