Bukan Sekadar Ramai, DPRD Jogja Minta Dampak Ekonomi Festival Diukur
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Foto ilustrasi sampah di kawasan pantai. /Harian Jogha-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menyampaikan tonase selama bulan Desember 2023 mencapai 82,76 Ton. Kenaikan ini terekam jelas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan apabila melihat tonase sampah setiap tahunnya, bulan Desember dan Januari menjadi puncak ledakan sampah.
“Sampah masuk ke TPAS [Tempat Pemrosesan Akhir Sampah] Wukirsari sebanyak 1.427,07 ton. Khusus dari pantai, sampah masuk sebesar 82,76 Ton,” kata Heri dihubungi, Selasa (9/1/2024).
Heri menjelaskan total tonase sampah 1.427,07 Ton berasal dari pelanggan kebersihan seperti rumah tangga, kantor, pelaku usaha, serta destinasi wisata. Di kawasan pantai, sampah yang ada berasal dari wisatawan dan aktivitas pelaku usaha.
Sampai saat ini, armada sampah yang dimiliki UPT sebanyak 20 unit dengan rincian dua unit roda empat, lima arm roll, dan sisanya dump truck. Armada ini yang digunakan untuk mengangkut sampah pelanggan.
“Destinasi wisata yang menjadi pelanggan pengangkutan sampah UPT ada tiga belas di wilayah pantai. Kalau total pelanggan rumah tangga ada 3.794,” katanya.
Apabila melihat tren kenaikan-penurunan sampah selama tahun 2023, tonase akan melonjak di bulan Januari dan Desember menyusul libur Natal dan Tahun Baru. Januari 2023 tonase sampah mencapai 1.614.890 ton. Dari angka itu, sebanyak 84.470 berasal dari kawasan pantai. Bulan Februari sampai April, sampah dari kawasan pantai menurun; secara berurutan sebanyak 66.050 ton, 59.820 ton, dan 52.240 ton.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup setempat juga telah mengimbau agar masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri melalui keberadaan Bank Sampah dan TPS3R.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Gunungkidul, Eko Suharso Prihantoro mengatakan Gunungkidul telah memiliki sekitar 210 bank sampah dan akan bertambah. Sedangkan jumlah TPS3R baru ada 17 titik.
Tahun 2024, Eko mengaku akan ada pembangunan satu TPS3R dan pendirian sepuluh Bank Sampah yang tersebar di seluruh wilayah di Gunungkidul.
“Bank Sampah dapat mengelola 30 persen sampah anorganik yang dihasilkan satu keluarga. Lalu 70 persen sisanya adalah sampah organik yang bercampur dan dapat dikelola di TPS3R,” kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Ketua DPRD Jogja FX Wisnu Sabdono Putro berharap persoalan sampah tuntas pada 2027. PSEL Piyungan dirancang mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Qatar memperingatkan risiko perang regional di tengah perundingan Iran-AS. Teheran menilai tuntutan Washington yang berlebihan menghambat kesepakatan damai.
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar meluas hingga 490 hektare. Api mengarah ke Segorogunung dan Tambak, sementara kabut menghambat pemadaman udara.
Pameran seni rupa Nandur Srawung memasuki penyelenggaraan ke-13 dengan pendekatan baru untuk membaca perkembangan seni kontemporer Indonesia.