Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Gelaran pemilu yang sebentar lagi akan dimulai, menjadikan Dinas Dukcapil Kota Jogja harus kembali bekerja keras. Utamanya, dalam hal perekaman KTP Elektronik yang menjadi dokumen wajib bagi warga berusia 17 tahun ke atas.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki menuturkan pihaknya terus melakukan percepatan pada warga yang belum melakukan perekaman KTP Elektronik. Termasuk bagi para lansia dan disbilitas yang terbatas mobilitasnya.
"Sekarang masih lari-lari untuk jemput bola. Perekaman KTP Elektronik bagi lansia ke lapas, ada yang di panti jompo, ada yang bertempat tinggal di luar Kota Jogja, dan sebagainya. Ada juga yang ODGJ, disabilitas," katanya saat dihubungi, Senin (22/1/2024).
Septi mencatat setidaknya ada 326.439 warga Kota Jogja di atas 17 tahun yang wajib ber-KTP Elektronik. Sebanyak 324.158 atau 99,30 persen di antaranya telah melakukan perekaman KTP Elektronik. Sementara khusus lansia dan disabilitas setidaknya ada 130 orang yang belum melakukan perekaman. Inilah yang dikejar oleh Dinas Dukcapil untuk diselesaikan dengan upaya jemput bola.
"Pokoknya 60 tahun ke atas yang blm melakukan perekaman KTP hanya 130 orang atau 0,04 persen. Sedikit banget dan sekarang baru dilakukan door to door jemput bola," imbuhnya.
Baca Juga
Surat Keterangan Perekaman KTP-El Bisa Digunakan sebagai Syarat Mencoblos
Pemilih Pemula Belum Punya e-KTP Tetap Bisa Memberikan Hak Suara, Ini Syaratnya
Disdukcapil Gunungkidul Pastikan Layanan Perekaman E-KTP Sampai Hari Pemungutan Suara
Septi mengatakan ada beberapa alasan yang menjadikan lansia dan disabilitas belum punya KTP Elektronik. Selain memang mobilitasnya yang terbatas, ada juga warga yang memang tak mau melakukan perekaman KTP Elektronik. Pihaknya juga mengalami kesulitan ketika lansia atau disabilitas saat ini tak bertempat tinggal di Kota Jogja, tapi masih tercatat sebagai warga Kota Jogja.
Menurut Septi, mau atau tidaknya warga melakukan perekaman KTP Elektronik merupakan hak masing-masing. Hanya saja, dia mengingatkan masyarakat akan kehilangan kesempatan dalam menikmati berbagai layanan milik pemerintah.
"Misal ada posyandu lansia yang itu ditanggung oleh pemerintah harus numpuk KTP, pemeriksaan kesehatan dia tidak bisa karena tidak punya KTP Elektronik. Ini hambatan-hambatan, jadi hak sebagai warga negaranya bisa terhambat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.