Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ketua FKSS lama AG.Irawan (kanan) menyerahkan tumpeng kepada Ketua FKSS baru Sugito (kiri), disaksikan Sekretaris DLH Sleman, Panewu Moyudan dan Kabid Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, di joglo Komunitas Siblon Kali Bandung, Moyudan, Sleman, Kamis (25/1/2024)./ist FKSS
Harianjogja.com, SLEMAN–Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) mengukuhkan pengurus baru untuk periode 26 Januari 2024 hingga 25 Januari 2026. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke 6 FKSS yang terus konsisten menjaga dan melestarikan sungai di Sleman.
Pengukuhan berlangsung di Joglo Komunitas Siblon, pinggir Kali Bandung, Kalurahan Sumberagung, Moyudan, Sleman, Kamis, (25/1/2024). Pengukuhan ini menandakan berakhirnya jabatan Ketua FKSS lama, AG Irawan, yang diganti Sugito.
BACA JUGA: Perbaikan SDN Terban Butuh Rp550 Juta, Ini Langkah DPRD Bantul
AG Irawan mengatakan, selama enam tahun dipercaya sebagai ketua sejak terbentuk tahun 2018, dinamika komunitas sungai dalam upaya menjaga kelestarian sungai-sungai di Sleman cukup beragam.
“Ada yang berhenti di tengah jalan, ada yang terus hingga melahirkan pengurus baru. Ada pula yang bubar hingga kini. Kita bersyukur masih ada komunitas masyarakat yang terus konsisten peduli kelestarian sungai,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/1/2024).
Hal senada disampaikan Sugito. Kegiatan pelestarian sungai yang telah dilakukan komunitas sungai di Sleman sudah cukup berkembang baik. Terbukti sejumlah komunitas telah mampu menggerakkan warga yang bermukim di pinggir sungai untuk ikut merawat dan menjaga sungainya.
Kegiatan tersebut perlu terus mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman. “Saat ini, dari hasil verifikasi komunitas sungai yang dilakukan FKSS, di Sleman ada 34 komunitas sungai yang aktif dan tergabung di FKSS. Memang untuk wilayah Sleman barat baru ada di Moyudan,” kata dia.
Sugito yang juga pegiat Komunitas Sungai Pelang, Joho, Condongcatur ini menambahkan, kegiatan komunitas sungai tidak sebatas membersihkan sampah di sungai. Namun melakukan edukasi kepada warga setempat agar menjaga aliran sungai dan kualitas air sungai.
Di samping itu juga melakukan gerakan konservasi air dengan merawat mata air, sendang, belik yang masih ada. “Gerakan konservasi yang kami lakukan dengan menanam pohon-pohon konservasi di bantaran sungai yang mampu menyimpan air, seperti pohon gayam, pule, beringin, bambu, aren dan sejumlah pohon buah. Juga melakukan penebaran ikan lokal di sungai, seperti wader, melem, sidat serta ikan-ikan lokal Sleman,” terangnya.
Dalam menjalankan program kerjanya, kepengurusan FKSS terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Struktur ini didukung empat bidang, yaitu Bidang Edukasi dan Konservasi, Bidang Persampahan dan Limbah, Bidang Mitigasi dan Pengurangan Risiko Bencana, serta Bidang Arsip dan Media Center.
BACA JUGA: Terbukti Efektif Menekan DBD, Begini Sejarah Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Sleman
Sekretaris DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menyambut baik adanya inisiatif masyarakat untuk membentuk komunitas peduli lingkungan yang khusus menjaga kelestarian sungai di wilayah Kabupaten Sleman.
Sugeng mengaku, saat ini Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sedang menjadi sorotan. Ada 3 IKLH yang harus kita perhatikan dan jaga, yakni indek kualitas air (IKA), indeks kualitas udara (IKU) dan indeks kualitas lahan (IKL).
Pihaknya mengajak semua elemen masyarakat terutama komunitas peduli sungai untuk ikut terlibat aktif menjaga dan merawat lingkungan sungai, khususnya kualitas air. “Disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Karena merawat sungai tidak bisa hanya sepenggal. Aliran sungai itu dari hulu, tengah hingga hilir,” ungkapnya.
Saat ini telah ada sebanyak 34 komunitas sungai di sejumlah wilayah sungai besar dan anak sungai di wilayah Kabupaten Sleman. Dengan mengusung tagline Sungai Sahabat Semua Sahabat Sungai, FKSS ingin mengajak publik lintas teritori dan lintas generasi, menjadikan sungai sahabat dalam menjalani kehidupan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Ombudsman RI mengungkap dugaan pungli Rp150.000 per minggu di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural lapas kemudian dinonaktifkan.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rusia memperingatkan NATO bahwa aktivitas militer di sekitar Kaliningrad meningkatkan risiko konflik bersenjata langsung.