Pelintasan Liar Jalur KA di Jogja Masih Tersisa 14 Titik
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Konsep pengelolaan wisata berbasis warga atau Community Based Tourism (CBT) bakal diandalkan Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan mulai ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa wisata Bantul. Beberapa wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Bantul antara lain dari negara Asia antara lain Malaysia, India, dan Qatar.
“Desa wisata di Bantul secara prinsip ada kenaikan kunjungan. Termasuk data wisatawan mancanegara ini sebagian di desa wisata,” katanya Jumat (26/1/2024).
Kwintarto menilai potensi wisata alam, budaya dan kerajinan yang ada di desa wisata menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Dia pun berkomitmen untuk mengenmbangkan CBT untuk mengungkit kesejahteraan masyarakat yang ada di desa wisata.
“Itu yang menjadi komitmen Bantul untuk mengembangkan CBT dengan basis wisata alam dan budaya, sekaligus terkait dengan kerajinan kelompok masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jurgen Klopp Umumkan Segera Hengkang dari Liverpool
Dia berharap pada 2024 terjadi pergerakan wisatawan yang berkunjung ke desa wisata. Dia pun mendorong agar pelaku wisata di desa wisata dapat meningkatkan kapasitasnya untuk mendukung wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Kabupaten Bantul, Markus Purnomo menyampaikan Dispar Kabupaten Bantul telah melakukan promosi desa wisata melalui berbagai platform untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.
Pihaknya juga turut mempromosikan potensi yang ada di desa wisata antara lain melalui Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) se-Jawa. Dia menyampaikan desa wisata perlu meningkatkan pelayanannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.
“Untuk pengelola desa atau destinasi wisata yang paling penting adalah pelayanan. Unsur utamanya keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.