Kasus Daycare Little Aresha Jogja: 32 Anak Divisum, Ini Tujuannya
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Konsep pengelolaan wisata berbasis warga atau Community Based Tourism (CBT) bakal diandalkan Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan mulai ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke desa wisata Bantul. Beberapa wisatawan mancanegara yang melakukan kunjungan ke Bantul antara lain dari negara Asia antara lain Malaysia, India, dan Qatar.
“Desa wisata di Bantul secara prinsip ada kenaikan kunjungan. Termasuk data wisatawan mancanegara ini sebagian di desa wisata,” katanya Jumat (26/1/2024).
Kwintarto menilai potensi wisata alam, budaya dan kerajinan yang ada di desa wisata menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Dia pun berkomitmen untuk mengenmbangkan CBT untuk mengungkit kesejahteraan masyarakat yang ada di desa wisata.
“Itu yang menjadi komitmen Bantul untuk mengembangkan CBT dengan basis wisata alam dan budaya, sekaligus terkait dengan kerajinan kelompok masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Jurgen Klopp Umumkan Segera Hengkang dari Liverpool
Dia berharap pada 2024 terjadi pergerakan wisatawan yang berkunjung ke desa wisata. Dia pun mendorong agar pelaku wisata di desa wisata dapat meningkatkan kapasitasnya untuk mendukung wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana.
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Kabupaten Bantul, Markus Purnomo menyampaikan Dispar Kabupaten Bantul telah melakukan promosi desa wisata melalui berbagai platform untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.
Pihaknya juga turut mempromosikan potensi yang ada di desa wisata antara lain melalui Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) se-Jawa. Dia menyampaikan desa wisata perlu meningkatkan pelayanannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata.
“Untuk pengelola desa atau destinasi wisata yang paling penting adalah pelayanan. Unsur utamanya keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.