SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Ilustrasi jagung/Ist-Corn Refiners Association
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta produktivitas pertanian khususnya komoditas jagung di Gunungkidul bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi jagung di Bumi Handayani disebut masih bisa dioptimalkan menjadi sebuah industri.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi menyatakan demikian saat dirinya bertemu dengan Sultan di Ruang Gadri, Kompleks Kepatihan yang ikut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Hery Sulistio Hermawan.
Rismiyadi mengatakan dirinya bertemu Sultan untuk melaporkan kondisi tanaman jagung selama setahun di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu juga membahas soal pengembangan tanaman jagung sebagai optimalisasi peningkatan produksi jagung musim tanam 2023/2024.
Rismiyadi mengaku siap untuk melaksanakan arahan Sultan dengan berkoordinasi bersama DPKP DIY. Memaksimalkan komoditas jagung, kata dia juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan serta sebagai ujung tombak ekonomi masyarakat.
“Kami di Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul saat ini sudah bersiap memenuhi arahan beliau. Jadi pada saat ini, kami sifatnya menunggu arahan lebih lanjut, sambil menunggu kami akan koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY,” katanya.
Baca Juga
Produksi Jagung dan Kacang Tanah di Bantul Diprediksi Melimpah di Akhir Tahun
Harga Jagung dan Konsentrat Melonjak, Keuntungan Peternak Ayam DOC Menurun
Pemerintah Impor Jagung 500 Ribu Ton
Menurutnya, sebanyak 7.000 hektare lahan sudah disiapkan untuk masa tanam April mendatang. Penanaman jagung tersebut memang sudah direncanakan dan dikomunikasikan oleh DPKP DIY dan Kementerian Pertanian sebelumnya.
Program pengembangan tanaman jagung ini diharapkan dapat terlaksana dan tidak sekadar untuk memenuhi produksinya. Melainkan juga agar komoditas jagung ke depannya menjadi alternatif dan pilihan bagi masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan taraf hidup khususnya masyarakat Gunungkidul.
“Kami berharap adanya dukungan dari Bapak Gubernur memberikan semangat pada para petani Gunungkidul untuk lebih maju lagi untuk lebih giat lagi dalam mengembangkan pertanian khususnya jagung, sehingga ketahanan pangan di DIY juga lebih baik lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.