Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kesehatan penyelenggara pemilihan menjadi perhatian serius jelang pecoblosan di 14 Februari 2024. Hal ini untuk mengatisipasi targedi meninggalnya ratusan petugas seperti di Pemilu 2019 lalu.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat memberikan sambutan dalam Apel Siaga Pengawasan Pemungutan dan Perhitungan Suara di Pemilu yang berlangsung di Lapangan Denggung, Sleman juga menyinggung masalah ini. Menurut dia, pelaksanaan pemilu tidak hanya menjunjung nilai-nilai demokratis, namun kesukseskan dalam penyelenggaraan menjadi kunci penting.
Sama seperti penyelenggaraan pemilu serentak di 2019, pelaksanaan pesta demokrasi di tahun ini juga membutuhkan banyak tenaga dari penyelenggara pemilihan. Oleh karenanya, Danang berpesan menjaga Kesehatan menjadi kunci penting agar targedi lima tahun lalu tidak terulang. “Kesehatan ini penting sehingga para petugas harus terus bisa menjaganya,” katanya, Minggu (11/2/2024).
Menurut dia, pada saat terjadi kelelahan, maka tidak ada salahnya untuk beristirahat sejenak. Hal tersebut diperlukan guna memulihkan kondisi sehingga para petugas tidak terlalu Lelah dan capek.
“Jangan diforsir dan harus dijaga. Kalau, Lelah sebaiknya istirahan sejenak untuk kemudian dilanjutkan proses rekapitulasi perhitungan suaranya,” kata Danang.
Baca Juga
Bupati Sleman Serukan Sukseskan Pelaksanaan Pemilu 2024
Segera Masa Tenang, Bawaslu Sleman Minta Peserta Pemilu Copot Sendiri Alat Peraga Kampanye
Tak Mau Tragedi Pemilu 2019 Terulang, Bawaslu Sleman: Harus Ada Jeda Saat KPPS Merekap Suara
Senada diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar. Pihaknya sudah mengusulkan ke KPU agar ada jeda waktu untuk beristirahat setelah pergantian hari. “Kami bersyukur inisiasi untuk adanya waktu istirahat disambut baik dan petugas di lapangan bisa menentukan kapan waktu untuk beristirahat sejenak,” katanya.
Menurut dia, waktu istirahat sangat dibutuhkan agar petugas tidak terlalu diforsir tenaganya. Arjuna mengungakpkan berdasarkan pengalaman di 2019, banyak petugas menyelesaikan tugas perhitungan hingga tengah malam setelah pencoblosan.
“Malahan ada yang sampai sore hari berikutnya setelah pencoblosan baru selesai. Waktu istirahat sangat penting karena kalau sudah bekerja selama 17 jam, maka tenaga Sudha terkuras dan fokus berkurang. Jadi, dengan beristirahat beberapa saat maka bisa memulihkan kondisi,” katanya.
Anggota KPU Sleman, Huda Al Amna mengatakan, secara prinsip sepakat adanya waktu istirahat bagi petugas di TPS. Namun demikian, untuk teknis masih dikoordinasikan secara intensif. "Kaitannya dengan waktu istirahat masih dibahas,” katanya.
Selain itu, KPU Sleman juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Salah satunya untuk memastikan ketersediaan layanan Kesehatan bagi petugas TPS apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. “Besok [hari ini] ada koordinasi dengan dinas Kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.