Kasus Daycare Little Aresha Jogja: 32 Anak Divisum, Ini Tujuannya
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Petugas Damkarmat BPBD Bantul saat mengevakuasi buaya di Perumahan di Bantul, Minggu (18/2 - 2024)
Harianjogja.com, BANTUL–Damkarmat BPBD Bantul mengevakuasi seekor buaya muara yang berkeliaran di Perumahan Griya Alvita, Jalan Wates KM 3, Sonopakis Lor, Ngestiharjo, Kasihan pada Minggu (18/2/2024). Pada Senin (19/2/2024) buaya tersebut telah diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.
Widi Heru Wasana atau Heru Gundul mengaku buaya tersebut milik almarhum Aji Rachmat, Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia. Pada Jumat (16/2/2024) Heru mengevakuasi buaya tersebut dari kediaman Aji Rachmat untuk kemudian diserahkan ke BKSDA Yogyakarta. "Karena Jumat [16/2/2024] saya padat acara lalu Sabtu dan Minggu itu juga BKSDA untuk surat-menyurat tidak bisa. Jadi Senin ini [19/2/2024] saya serahkan ke BKSDA Bunder," katanya.
Namun, lantaran Jumat lalu (16/2/2024) Heru memiliki agenda yang padat, sehingga belum sempat mengantarkan buaya tersebut ke BKSDA Yogyakarta. Dia lantas menempatkan buaya tersebut sementara di rumahnya. “Sudah saya taleni [ikat], terus saya masukan ke area [rumah Heru]. Hanya karena buaya ini banyak gerak ikatannya dapat lepas sendiri,” katanya.
Baca Juga
Buaya Milik Warga Lepas dari Kandang, Begini Cara Heroik Petugas Damkarmat Mengevakuasi
Geger, Buaya Berkeliaran di Perumahan di Bantul
Buaya Kali Oya Tertangkap, Ternyata Asalnya dari Penangkaran di Hutan Bunder
Menurut Heru, upaya mengikat buaya tersebut dilakukan agar buaya tersebut tidak berkeliaran. Namun, karena ikatan tersebut terlepas, dan pintu bangunan tempat meletakkan buaya tersebut terbuka, sehingga buaya tersebut terlepas. "Karena ada orang yang kepo dia buka pintunya, ndilalah [kebetulan] pintunya rusak dan dia [buaya] keluar, “ paparnya.
Sebelumnya, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantu berhasil mengamankan seekor buaya. Reptil sepanjang dua meter itu sempat berkeliaran di kompleks perumahan sebelum dievakuasi petugas.
Sementara Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Irawan Kurnianto menyampaikan buaya tersebut lepas dari kandang dan berkeliaran di sekitar Perumahan Griya Alvita. Kemudian pemilik rumah melaporkan kejadian tersebut ke Damkarmat BPBD Bantul. Setelah dilaporkan, tak lama kemudian empat petugas Damkarmat BPBD Bantul datang mengevakuasi buaya tersebut. Buaya yang tadinya berada di luar kemudian dihalau ke dalam ruangan atau ruko agar mudah ditangkap. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. “Buaya sempat mengamuk hingga lepas kendali. Namun, akhirnya berhasil dievakuasi,” ujar Irawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.