Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Panen ikan nila. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas budidaya perikanan darat. Salah satunya dengan pengembangan Sistem Budidaya Nila dengan Kincir Air (Sibudi Dikucir).
Inovasi ini diklaim dapat meningkatkan produktivitas budidaya nilai hingga empat kali lipat dibandingkan dengan metode yang biasa. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, Teknik Sibudi Kucir sudah dikenal sejak 2016 lalu.
Metode budidaya ini memanfaatkan kolam ikan nila dengan bantuan kincir air. Program juga sudah dijalankan, salah satunya dengan memberikan bantuan kepada Kelompok Mina Makmur Kedungprahu di Kalurahan Sendangrejo, Minggir.
“Bantuan kami berikan November 2023 lalu. Ada benih nilai 109 kilogram, satu genset, satu kincir air dan makanan ikan 41 sak,” kata Suparmono kepada wartawan, Senin (18/3/2024).
Menurut dia, program berhasil karena setelah pemeliharaan dilakukan selama tiga bulan, budidaya kelompok ini sudah membuahkan hasil yang optimal. Berdasarkan panen yang dilakukan tercatat memeroleh ikan nila seberat 1,05 ton.
Adapun hasilnya juga sudah dipasarkan dengan harga Rp25.500 per kilogram sehingga total omset yang diperoleh sebesar Rp26,7 juta. Ia menilai, program Sibudi Dikucir ini memiliki prospek bisnis yang baik karena pengelola tetap mendapatkan untung.
“Total biaya pemeliharaan yang dikeluarkan untuk budidaya selama tiga bulan sebesar Rp20,1 juta. Jadi, masih ada untung sekitar Rp6,57 juta sekali panen,” katanya.
Menurut dia, dengan perhitungan yang dilkukan, dengan metode Sibudi Sikucir mampu meningkatkan produktivitas sebanyak delapan sampai sepuluh kilogram untuk setiap meter perseginya. Hal ini diperoleh dari penambahan padat tebat benih yang meencapai 40 ekor per meter persegi.
“Peningkatan produktivitas didukung oleh kualitas media air kolam yang sesuai untuk pertumbuhan, meskipun dengan kepadatan tinggi,” katanya.
Suparmono memastikan upaya pengembangan budidaya ini akan terus dilaksanakan. Diharapkan dengan program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya.
BACA JUGA : Produksi Ikan Hasil Budi Daya di Sleman Menurun
Terpisah, Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Taruna di Kalurahan Sidomoyo, Godean, Wahyu Hidayat mengatakan, sistem budidaya ikan nila dengan sistem kincir memiliki banyak keuntungan. Salah satunya dengan adanya gemericik dari motor kincir dapat menambah pasokan oksigen dalam kolam.
Sebagai dampaknya, potensi kematian ikan budidaya semakin bisa dikurangi sehingga produktivitasnya dapat lebih dimaksimalkan. “Yang tak kalah penting dengan sistem kincir, maka panennya bisa stabil karena tidak terpengaruh musim. Baik itu musim kemarau atau penghujan, rata-rata hasilnya sama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.