Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Arsip-Seorang Pengendara motor melewati jalur evakuasi yang menghubungkan Desa Wukirsari dan Desa Glagaharjo, Selasa (12/2/2019). /Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman memastikan jalur wisata alam di Kawasan Merapi sudah dilengkapi jalur evakuasi. Keberadaan jalur evakuasi ini sebagai bagian dari mitigasi pada saat terjadi bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan jalur evakuasi di lokasi wisata alam di Kawasan Merapi. Menurut dia, di sejumlah objek mulai dari Kaliurang, Kaliadem, Turgo hingga Klangon sudah memiliki jalur evakuasi.
Malahan, ia mengakui di beberapa jalur dilaksanakan pelebaran ruas jalan sekitar satu meter di akhir 2023 lalu. “Jadi aksesnya lebih leluasa karena lebar jalan mencapai 6-7 meter,” kata Makwan saat dihubungi, Jumat (5/4/2024).
Menurut dia, di Kawasan wisata alam ini juga sudah dilengkapi dengan rambu penunjuk arah menuju ke lokasi pengungsian. Selain itu, pemandu wisata yang ada juga sudah diberikan bekal pengetahuan tentang mitigasi bencana sehingga bisa mengarahkan pengunjung pada saat terjadi bencana.
“Sudah ada rambu-rambu informasi menuju ke lokasi pengungsian yang disediakan,” katanya.
Disinggung mengenai jalur evakuasi di wisata Kaliurang, Makwan mengakui aksesnya dinilai lebih bagus karena tidak lepas dari status jalan milik Pemerintah Provinsi. Selain peta jalur evakuasi juga sudah dilengkapi dengan rambu-rambu menuju ke tempat yang aman.
BACA JUGA: Ada Tiga Jalur Rawan Kecelakaan di DIY, Bus Hanya Boleh Menanjak
“Jalurnya sudah ada dengan lengkap dengan tujuan barak pengungsian di Pandanpura di Kalurahan Hargobinangun, Pakem,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid. Menurut dia, Kawasan wisata alam di Kaliurang sudah dilengkapi peta jalur evakuasi. “Sudah ada dan detailnya ada di BPBD,” katanya.
Menurut dia, untuk pemantauan kebencanaan, BPBD Sleman mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Sleman Tangguh Bencana (Simantab). Di aplikasi ini terdapat fitur Taman Levi. Pada saat dibuka maka akan diketahui perkembangan terkini Gunung Merapi mulai dari jarak luncur erupsi berapa kilometer maupun jarak aman yang bisa dijangkau.
“Jadi, orang bisa dengan gawainya bisa langsung tahu perkembangan terkini dari Merapi sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi saat terjadi erupsi. Lewat aplikasi, pengunjung juga dapat mengetahui jarak lokasi saat ini dengan Merapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar