Kota Jogja Bekali Orang Tua Hadapi Tantangan Pengasuhan
Kelurahan Demangan menggelar sarasehan parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba.
Untung Cahyono (tengah), khatib Salat Idulfitri di Tamanan, Bantul, yang viral karena dalam khotbahnya menuduh ada kecurangan di Pemilu 2024 meminta maaf, Sabtu (13/4/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Untung Cahyono, khatib Salat Idulfitri di Tamanan, Bantul, yang viral karena dalam khotbahnya menuduh ada kecurangan di Pemilu 2024 meminta maaf.
Untung jadi perbincangan di dunia maya pada libur Lebaran kali ini lantaran khotbahnya saat Salat Id membuat jemaah bubar. Untung menyebut ada kecurangan di Pemilu 2024. Dia juga menyinggung nama Presiden Joko Widodo.
BACA JUGA: UAD Nyatakan Penceramah di Tamanan Untung Cahyono Tak Lagi Mengajar sejak 2022
Untung lantas meminta maaf kepada publik dan berkomunikasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Tamanan serta perangkat daerah untuk menyelesaikan masalah itu.
"Karena sudah seperti ini, kami memohon maaf telah membuat warga mungkin terganggu dengan pandangan kami," katanya di Bantul, Sabtu (13/4/2024).
Untung akan berusaha berhati-hati saat berbicara di depan forum yang besar.
"Saya harus lebih dewasa, harus lebih berhati-hati, khususnya ketika berbicara di depan forum yang bisa jadi sangat berbeda. Apalagi di depan jemaah yang besar, karena kita tidak tahu persepsi masing-masing orang," katanya.
BACA JUGA: Khotbah Salat Idulfitri di Tamanan Berbau Politik, Begini Penjelasan Kemenag Bantul
"Ini Salat Idulfitri, sehingga jemaahnya tidak hanya tingkat RT, tetapi kalurahan, bahkan bisa warga dari kalurahan lain," ujarnya. "Kalau [khotbahnya] tidak ada yang menyoal berarti tidak ada masalah. Kalau ada yang menyoal bisa jadi sedikit atau banyak ada masalah."
Teks khotbah Salat Idulfitri yang dia bacakan di Tamanan telah dipersiapkannya jauh-jauh hari sebelumnya. Menurutnya, sebagai seorang muslim dia harus mengkritik kekeliruan karena Islam mengajarkan pemeluknya untuk saling mengingatkan satu sama lain.
"Dalam konteks mengingatkan, memang tidak ada batasannya. Siapa pun yang perlu diingatkan harus diingatkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Demangan menggelar sarasehan parenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan mencegah kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba.
Sidang dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Bantul memasuki pemeriksaan saksi. Massa mengawal persidangan dan meminta proses hukum berjalan adil.
Kelurahan Gowongan mengenalkan budaya pilah sampah kepada anak PAUD melalui dongeng, buku cerita bergambar, dan kegiatan kreatif dalam Gebyar PAUD 2026.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
SDN Pingit di Kota Jogja hanya menerima 11 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah memperkuat kolaborasi agar tetap bertahan di tengah minimnya siswa.
Kasus dugaan mafia tanah di Sleman masuk penyelidikan Polda DIY setelah dua sertifikat milik lansia diduga beralih nama dan menjadi agunan bank.