Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pedagang Pasar Terban beraktivitas di selter sementara, jalan Babaran, Pandeyan, Umbulharjo, Senin (22/4/2024). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 289 pedagang Pasar Terban telah menempati selter sementara di Jalan Babaran, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja. Di tempat sementara ini, para pedagang mengeluhkan jarak yang jauh, kios sempit dan pembeli berkurang.
Para pedagang telah menempati selter sementara yang sebelumnya juga digunakan untuk pedagang Pasar Sentul selama revitalisasi pasar tersebut, sejak kamis (18/4/2024). Berbeda dengan pedagang Pasar Sentul, pedagang Pasar Terban kebanyakan merupakan pedagang unggas.
Salah satu pedagang ungags, Suprapti, mengaku kiosnya saat ini sangat sempit jika dibanding kios di Pasar Terban. “Sebelumnya bisa sampai 3 x 3, kalau di sini cuma 1 x 2 meter aja. Ya dicukup-cukupkan aja,” ujarnya saat ditemui, Senin (22/4/2024).
BACA JUGA : Pedagang Pasar Terban Pindah Ke Selter Sementara
Pedagang asal Kulonprogo ini biasa mengirimkan unggas untuk suplai resto-resto di sekitar Kota Jogja. Di kiosnya yang sempit itu, ia menaruh sekitar 25-30 unggas berupa ayam merah dan entok, menyisakan sedikit ruang untuk dirinya sekadar duduk.
Ia tidak terlalu khawatir berkurangnya pembeli di tempat baru ini, karena menurutnya para pelanggannya masih bisa mengikuti lokasinya. Suprapti pun sudah mengumumkan perpindahan lokasi sementara ini kepada para pelanggannya.
Meski demikian ia tetap mengakui adanya pengurangan pembeli walau tak banyak. Ia mengeluhkan jauhnya lokasi dari Pasar Terban sehingga untuk pengiriman pun lebih jauh. “Tambah jauh, kirim-kirimnya juga tambah jauh. Pembeli ya menurun, karena pada enggak mau, jauh,” ungkapnya.
Walau tak banyak, di Pasar Terban juga memiliki pedagang sayur. Salah satu pedagang sayur, Nanang Hermawan, menuturkan program reviltailisasi pasar sebenarnya baik, namun sayangnya di selter sementara ini tidak banyak pelanggan yang datang.
“Kendalanya pelanggan kami enggak banyak yang ikut ke sini. Soalnya banyak yang dari Jalan Magelang, Jalan Kaliurang, kejauhan kalau sampai sini. Hanya berapa persen saja yang ikut ke sini. Harus telaten mencari pembeli baru lagi. warga sekitar juga baru satu-dua orang setiap harinya,” paparnya.
Ia mencontohkan barang dagangannya sayur kobis yang ia stok setiap hari sebanyak dua keranjang biasanya habis, namun di selter sementara ini sampai siang masih sisa cukup banyak. Pedagang asal Minggir, Sleman ini juga mengeluhkan kios yang sempit. “Di sana [pasar Terban] lebih besar,” katanya.
BACA JUGA : Sentul Selesai, Pasar Terban & Pasar Kluwih Menyusul Diperbaiki
Selter sementara ini berjarak 4,7 Km dari Pasar Terban dan secara administratif berbeda Kemantren. Jika Pasar Terban berada di Kemantren Gondokusuman, selter sementara berada di Kemantren Umbulharjo. Para pedagang harus menempati selter ini selama revitalisasi Pasar Terban, sekitar delapan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.