Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Pedagang Pasar Terban beraktivitas di selter sementara, jalan Babaran, Pandeyan, Umbulharjo, Senin (22/4/2024). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 289 pedagang Pasar Terban telah menempati selter sementara di Jalan Babaran, Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja. Di tempat sementara ini, para pedagang mengeluhkan jarak yang jauh, kios sempit dan pembeli berkurang.
Para pedagang telah menempati selter sementara yang sebelumnya juga digunakan untuk pedagang Pasar Sentul selama revitalisasi pasar tersebut, sejak kamis (18/4/2024). Berbeda dengan pedagang Pasar Sentul, pedagang Pasar Terban kebanyakan merupakan pedagang unggas.
Salah satu pedagang ungags, Suprapti, mengaku kiosnya saat ini sangat sempit jika dibanding kios di Pasar Terban. “Sebelumnya bisa sampai 3 x 3, kalau di sini cuma 1 x 2 meter aja. Ya dicukup-cukupkan aja,” ujarnya saat ditemui, Senin (22/4/2024).
BACA JUGA : Pedagang Pasar Terban Pindah Ke Selter Sementara
Pedagang asal Kulonprogo ini biasa mengirimkan unggas untuk suplai resto-resto di sekitar Kota Jogja. Di kiosnya yang sempit itu, ia menaruh sekitar 25-30 unggas berupa ayam merah dan entok, menyisakan sedikit ruang untuk dirinya sekadar duduk.
Ia tidak terlalu khawatir berkurangnya pembeli di tempat baru ini, karena menurutnya para pelanggannya masih bisa mengikuti lokasinya. Suprapti pun sudah mengumumkan perpindahan lokasi sementara ini kepada para pelanggannya.
Meski demikian ia tetap mengakui adanya pengurangan pembeli walau tak banyak. Ia mengeluhkan jauhnya lokasi dari Pasar Terban sehingga untuk pengiriman pun lebih jauh. “Tambah jauh, kirim-kirimnya juga tambah jauh. Pembeli ya menurun, karena pada enggak mau, jauh,” ungkapnya.
Walau tak banyak, di Pasar Terban juga memiliki pedagang sayur. Salah satu pedagang sayur, Nanang Hermawan, menuturkan program reviltailisasi pasar sebenarnya baik, namun sayangnya di selter sementara ini tidak banyak pelanggan yang datang.
“Kendalanya pelanggan kami enggak banyak yang ikut ke sini. Soalnya banyak yang dari Jalan Magelang, Jalan Kaliurang, kejauhan kalau sampai sini. Hanya berapa persen saja yang ikut ke sini. Harus telaten mencari pembeli baru lagi. warga sekitar juga baru satu-dua orang setiap harinya,” paparnya.
Ia mencontohkan barang dagangannya sayur kobis yang ia stok setiap hari sebanyak dua keranjang biasanya habis, namun di selter sementara ini sampai siang masih sisa cukup banyak. Pedagang asal Minggir, Sleman ini juga mengeluhkan kios yang sempit. “Di sana [pasar Terban] lebih besar,” katanya.
BACA JUGA : Sentul Selesai, Pasar Terban & Pasar Kluwih Menyusul Diperbaiki
Selter sementara ini berjarak 4,7 Km dari Pasar Terban dan secara administratif berbeda Kemantren. Jika Pasar Terban berada di Kemantren Gondokusuman, selter sementara berada di Kemantren Umbulharjo. Para pedagang harus menempati selter ini selama revitalisasi Pasar Terban, sekitar delapan bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.