Setelah Brimob, TNI Siapkan Markas Baru 70 Hektare di Gunungkidul
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
Seorang pengunjung di Pantai Krakal sedang mendapatkan perawatan karena menjadi korban serangan ubur-ubur. Minggu (28/4/2024) Foto Istimewa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 DIY di Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya sembilan orang wisatawan di Pantai Krakal di Kalurahan Ngestirejo, Tanjungsari tersengat ubur-ubur, Minggu (28/4/2024). Kemunculan hewan ini dinilai di luar kebiasaan karena biasanya baru terlihat di rentang waktu Juli sampai September.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, pada Minggu siang terdapat laporan ada sembilan pengunjung yang tersengat ubur-ubur atau warga lokal menyebutnya impes. Petugas pun memberikan pertolongan agar dampak dari sengatan bisa dikurangi.
“Sudah ada pertolongan pertama untuk mengurangi dampak dari sengatan dengan obat-obatan yang dimiliki,” kata Suris kepada wartawan, Minggu (28/4/2024)
BACA JUGA: Gara-gara Pengumuman Hak Eksklusif Siaran AFC U-23 Asian Cup, MNC Group Dirujak Netizen
Menurut dia, dampak dari sengatan ubur-ubur bisa menimbulkan rasa panas di sekitar luka. Selain itu, terkadang juga memberikan efek nyeri, gatal, sesak nafas, bahkan hingga pingsan bagi korban yang tidak dalam kondisi fit.
“Jika tersentuh jangan panik kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari area kulit,” katanya.
Suris menuturkan, kemunculan ubur-ubur ini dinilai lebih cepat dan di luar kebiasaan. Pasalnya, setiap tahun juga ada ancaman serangan tapi potensinya terjadi pada saat kemarau, khususnya antara Juli sampai September.
“Ini di luar kebiasaan,” katanya.
Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa, biasanya muncul pada saat suhu di laut dingin sehingga menepi ke darat. Pada saat berada di pantai, binatang ini mudah sekali disentuh.
BACA JUGA: Soal Nilai Ganti Rugi Lahan Tol Jogja-YIA, Warga Minta Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Terlebih lagi, bentuknya yang menarik karena seperti balon dengan warna kebiru-biruan. Meski demikian, ada potensi bahaya bagi setiap orang yang menyentuhnya karena bisa tersengat.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 DIY di Pantai Baron, Marjono menambahkan, meski ubur-ubur muncul lebih awal, sudah menyiapkan obat-obatan untuk pertolongan korban tersengat. Ia mengimbau kepada pengunjung yang tersengat segera mendatangi posko SAR terdekat.
“Obat-obatannya sudah siap dan kapa-kapan dibutuhkan tersedia untuk memberikan pertolongan bagi para korban,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TNI berencana membangun Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Playen, Gunungkidul dengan kebutuhan lahan 70 hektare. Sebelumnya Polda DIY juga menyiapka
6 kebiasaan sepele bikin mobil boros BBM: berkendara agresif, rem mendadak, ban kempis, dan jarang servis. Simak tips hemat bensin dari Hyundai!
Kamboja resmi menjadi tuan rumah pembukaan Piala AFF 2026. Simak kemeriahan seremoni 30 tahun ASEAN Championship dan jadwal awal Timnas Indonesia.
Ingin liburan ke luar negeri tanpa menguras tabungan? Simak 5 strategi hemat mulai dari berburu tiket murah, memilih penginapan ekonomis, hingga memanfaatkan tr
Patah hati bukan cuma emosi, tapi proses biologis! Simak 6 langkah ilmiah move on ala Mel Robbins dari tren Life After Breakup di Threads.
Seorang juru parkir mengalami luka berat dalam kecelakaan di Jalan Monjali, Mlati, Sleman. Polisi masih memburu kendaraan yang diduga terlibat benturan awal.