Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Penjabat Wali Kota Jogja Periode 2023-2024, Singgih Raharjo resmi menyelesaikan masa jabatannya pada 22 Mei 2024. Lengsernya Singgih Raharjo lantas disusul oleh pelantikan Penjabat Wali Kota Jogja yang baru, yakni Sugeng Purwanto.
Sejumlah persoalan masih menjadi peninggalan Penjabat Wali Kota Jogja sebelumnya. Menurut salah satu warga Kota Jogja yang juga duduk di Komisi A DPRD DIY, Muhammad Syafi'i menyoroti persoalan sampah masih menjadi yang paling krusial. Apalagi, ini harus ditangani Sugeng Purwanto dalam waktu kurang dari satu tahun. Tentu saja, kondisi kini turut menjadi pekerjaan rumah hingga nantinya wali kota definitif selesai dilantik.
"Jadi kalau persoalan ekonomi, kemacetan itu agak perlu waktu lama, sehingga kalau saya memandang terhadap Pj ini bisa menuntaskan sampah ini sudah luar biasa," ujar Syafi'i saat dihubungi, Jumat (24/5/2024).
Syafi'i mengatakan persoalan sampah dari A sampai Z di Kota Jogja menjadi pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh Pj wali kota yang baru. Dia juga mendorong Pj wali kota bisa melanjutkan bahkan memacu berbagai upaya pengolahan sampah di Kota Jogja.
Misalnya, pembangunan tiga lokasi TPS 3R yang harus dipercepat. Di sisi lain, warga Kemantren Ngampilan ini juga meminta Pemkot Jogja untuk melakukan pencermatan kembali. Kaitannya dengan keterserapan sampah di TPS 3R. Begitu juga kuota sampah yang nantinya akan diolah di Bantul dengan skema kerja sama yang belum lama ini disahkan.
Baca Juga
Sugeng Purwanto Ajak Semua Pihak Bersinergi Bangun Kota Jogja
Dilantik Hari Ini, Siwi Jadi Penjabat Bupati Kulonprogo, Sugeng Penjabat Walikota Jogja
PJ Wali Kota Sugeng Siapkan Strategi Ini untuk Atasi Persoalan Sampah di Jogja
Menurutnya, Pemkot Jogja harus benar-benar memastikan skema pengolahan sampah yang ada sudah mampu mengolah seluruh produksi sampah di Kota Jogja. Jika belum, maka diperlukan berbagai strategi. Misalnya dengan menambah kuota sampah yang dikerjasamakan dengan Kabupaten Bantul.
"Jadi jangan lagi ada alasan tidak bisa mencukupi kapasitas. Itu berarti kan harus ada target terselesaikannya dan perlu target mengurangi. Ini juga penting. Pokoknya masalah sampah A sampai Z bisa jadi tinggalane para Pj wali kota, ini harapan kita," tuturnya.
Di sisi lain, Syafi'i juga mengingatkan Pemkot Jogja untuk memasang target pengurangan sampah. Selain itu, dia juga meminta Pemkot Jogja untuk tak berhenti melakukan edukasi kepada masyarakat. Syafi'i berharap, Sugeng Purwanto sebagai Pj wali kota yang baru bisa menggerakkan jajaran birokrasinya, utamanya yang berkaitan dengan persoalan sampah.
"Saya kira ini jadi ujian bagi beliau, yang penting itu beberapa PR sampah. Ya kalau bisa, walaupun sementara bisa menjadi peletak dasar untuk pengelolaan sampah di Kota Jogja, kan bagus," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.