Ratusan Pelajar Bantul Diajak Keliling Museum Sepanjang 2026
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Selasa (4/9/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY mengaku sudah berkoordinasi dengan kabupaten kota untuk menghadapi musim kemarau. Sejumlah wilayah diprediksi akan kembali mengalami bencana kekeringan akibat musim kemarau.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Edhy Hartana menyampaikan, pekan lalu pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten kota dan instansi terkait lainnya agar bersiap menghadapi musim kemarau.
"Pekan lalu kami sudah berkoordinasi dan mengunjungi sejumlah wilayah di Sleman dan Gunungkidul," katanya, Jumat (24/5/2024).
Menurut Edhy sampai sekarang pihaknya belum menerima laporan adanya bencana kekeringan di wilayahnya. Biasanya Kabupaten Bantul dan Gunungkidul menjadi langganan yang kerap mengalami kekeringan.
"Belum ada laporan dari daerah, kami minggu kemarin ke Sleman dan Gunungkidul belum ada laporan juga mereka mengalami kekeringan," katanya.
Baca Juga
Musim Kemarau, BPBD Bantul Siapkan 426 Tangki untuk Dropping Air Bersih
Kemarau Telah Datang, Warga Girisubo Gunungkidul Beli Air Bersih 1.200 Tangki
Antisipasi Kekeringan, Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Bantul Dipercepat
Edhy menyebut untuk bantuan penyaluran air bersih pihaknya sudah siap. Nantinya masyarakat yang membutuhkan diminta membuat laporan ke kabupaten kota. Jika wilayah sudah kewalahan, bisa bersurat untuk meminta bantuan ke BPBD DIY.
"Intinya kami siap kalau ada laporan dari masyarakat soal kekeringan yang ada di daerah," jelasnya.
Pun demikian dengan permintaan bantuan air bersih ke pihaknya, sampai sekarang belum ada permintaan. Meskipun di beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan, tapi disinyalir masih bisa diatasi oleh wilayah masing-masing.
"Permintaan bantuan air bersih belum ada. Karena belum ada laporan di daerah yang mengalami kekeringan, tapi untuk tanki air di BPBD kami sudah siap di kabupaten kota juga siap," imbuhnya.
Edhy menambahkan menurut prediksi BMKG musim kemarau tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini musim kemarau bersifat basah yang artinya masih ada turun hujan meskipun dengan intensitas kecil.
"Prediksi BMKG sekarang sudah mulai musim kemarau, tapi sifatnya basah. Jadi meskipun ada kemarau tetap turun hujan meskipun minim," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.