Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Suasana Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul, Sabtu (1/6/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul menyampaikan gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir hingga beberapa hari ke depan menguntungkan nelayan. Pasalnya, meski tidak melaut, nelayan masih mendapat keuntungan dari panen teri.
Teri itu bukan hasil tambak, namun hasil menangkap di sepanjang bibir pantai utamanya di Pantai Jungwok dan Drini.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan teri jenis jengki itu cenderung mencari suhu perairan yang lebih hangat. Teri ini memiliki ukuran sebesar ikan wader. “Makanya teri-teri ini menuju ke pinggir. Kadang ya muncul di bulan September atau Oktober,” kata Wahid dihubungi, Senin (4/6/2024).
BACA JUGA: Peringatan BMKG: Waspada! Gelombang Tinggi di Samudra Hindia
Hanya, dia belum dapat menyampaikan hasil tangkapan teri nelayan selama gelombang tinggi baru-baru ini.
Wahid sempat mengatakan nelayan di seluruh wilayah pantai Gunungkidul dapat memanen ikan teri total sekitar 10 ton atau dua kuintal per hari setiap trip panen pada 2023. Adapun harga teri fluktuatif mulai dari Rp7.000-Rp20.000 per kilogram atau rata-rata Rp15.000.
Tahun lalu, dalam sekali panen teri, nelayan meraup untung hingga Rp200 juta. Hanya, memang musim panen yang hanya dapat dilakukan sekali setahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Lelang aset Sritex di KPKNL Surakarta masih stagnan. Eks pekerja berharap Danantara segera mengakuisisi pabrik dan menyelesaikan pesangon
Peringatan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dikemas melalui rangkaian kegiatan Memetri Kaistimewan yang dibuka pada Sabtu (15/8) di Paseban Bantul
Dispar Kaltim bersama komunitas menanam 75 fragmen karang di Pulau Miang memakai metode MARRS untuk menjaga wisata bahari
Hari keenam pencarian KMP Putri Yasmin, Tim SAR mengerahkan pesawat Cassa TNI AL untuk mencari empat korban yang belum ditemukan.
DPUPKP Kota Jogja memeriksa air sumur warga untuk mendeteksi potensi bakteri E. coli dan mencegah risiko pencemaran.