MBG Prasmanan Bikin Istirahat Siswa SDN Soprayan Terpotong 20 Menit
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
Ilustrasi padat karya./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa proses program padat karya telah sampai pada tahap finalisasi rencana sosialisasi. Program tahap pertama padat karya setidaknya akan digelar pada Juli 2024.
Kepala Bidang Tenaga Kerja DPKUKMTK, Yohanes Nanang Putranto mengatakan finalisasi tersebut mengarah pada penyesuaian tanggal sosialisasi antara warga di lokasi sasaran dengan anggota DPRD.
“Finalisasi juga mencakup pemastian personel untuk tim pelaksana di lapangan atau by name-nya,” kata Nanang dihubungi, Selasa (11/6/2024).
BACA JUGA: Program Padat Karya di Kulonprogo Segera Dilaksanakan, Anggaran Rp4,9 Miliar
Nanang mengaku pelaksanaan padat karya tahap satu dapat akan diupayakan pada Juli 2024.
Total ada 194 lokasi. Satu lokasi ada lebih dari satu titik pelaksanaan padat karya. Dana yang digunakan berasal dari APBD Provinsi senilai Rp20,8 miliar. Batas akhir gelaran program itu pada Oktober 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Distribusi MBG sistem prasmanan membuat istirahat kedua siswa SDN Soprayan dipangkas dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.