Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Lokakarya batik di Toko Batik Rianty, Malioboro, Selasa (6/2/2024). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mendorong pelaku UMKM di Bumi Sembada untuk menguasai dunia digital. Pemanfaatan teknologi ini diyakini mampu mengembangkan sektor usaha yang dimiliki secara massif.
“Pelaku UMKM harus berani mencobanya untuk terjun ke dunia digital,” kata Kustini, Kamis (18/7/2024).
Menurut dia, dengan kemajuan teknologi dan informasi akan sangat membantu, khususnya dalam upaya pemasaran. Pasalnya, dengan program digitalisasi maka jangkauan yang dimiliki akan lebih luas sehingga produknya juga semakin dikenal.
“Pemasaran online ini sangat penting dalam pengembangan usaha. Jadi, harus bisa memanfaatkan dunia digital dalam berusaha,” katanya.
Selain itu, Kustini juga meminta kepada pelaku UMKM untuk terus berinovasi serta mengikuti berbagai event yang ada. Dengan begini, sambung dia, bisa membantu dalam upaya peningkatan perekonomian.
“Harus aktif dan terus berinovasi,” katanya.
Adapun untuk pengembangan produk yang dimiliki, ia menginstruksikan kepada Dinas Koperasi dan UKM agar memberikan pendampingan secara berkala. Peningkatan kualitas produk sangat dibutuhkan agar keberadannya bisa diterima pasar secara luas.
“Jadi harus didampingi terutama menyangkut kualitas produk hingga pengemasannya agar memiliki daya saing,” katanya.
BACA JUGA: Fokus Gerakan 3M Cegah DBD, Dinkes DIY Belum Memperluas Penerapan Wolbachia
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Tina Hastani menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi pengembangan UMKM di Bumi Sembada. Salah satu upaya yang dilakukan dengan menggelar sambung rasa dengan pemerintah.
“Kegiatan ini untuk mendengar berbagai permasalahan dalam pengembanga UMKM dan nanti dicarikan Solusi agar terus bisa berkembang,” katanya.
Menurut dia, pendampingan juga dilakukan terhadap upaya penguatan produk yang dihasilkan. Tina tidak menampik banyak pelaku usaha yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Tidak hanya masalah produk, tapi juga upaya pemasarannya. Selain itu, juga bisa menggandeng sektor pariwisata sehingga keberadaannya dapat saling melengkapi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.