Belasan Dapur MBG di Sleman Masih Berhenti Beroperasi
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Ilustrasi pengolahan limbah rumah tangga (Freepik)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) menjadi sasaran penerima bantuan program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S). Program ini menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan.
Subkor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti, mengatakan SPALD-S berupa septic tank dan resapan. Adapun, penerima bantuan tersebar di Kalurahan Bejiharjo, Jatiayu, Kepek, dan Nglipar.
Rincian sebaran itu, di Kalurahan Bejiharjo ada 81 KK, Jatiayu ada 26 KK, Kepek ada 25 KK, dan Nglipar ada 15 KK. Sumber anggaran program ini berasal dari APBD Kabupaten. Per KK mendapat Rp6 juta.
“Dana ditransfer lewat kelompok. Dana itu termasuk biaya operasional kelompok dan ketentuan lain yang dipersyaratkan dalam program. Misal laporan pertanggungjawaban, papan nama program, dan biaya rapat koordinasi di kelompok,” kata Yuliana dihubungi, Jumat, (26/7/2024).
Di lain pihak, Panewu Tepus, Subiyantoro mengatakan di wilayahnya ada tiga kalurahan yaitu Sidoarjo, Giripanggung, dan Tepus yang menjadi sasaran program jamban sehat dan tangki septik bagi keluarga miskin.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Remaja Indonesia Terlibat Judi Online dengan Transaksi Rp282 Miliar
Program ini disalurkan tanpa melalui DPUPRKP. Langsung ke Pemerintah Kapanewon. Jumlah penerima bantuan sebanyak 31 KK dengan rincian 11 KK di Kalurahan Sidoarjo, 10 KK di Giripanggung, dan 10 KK di Tepus.
Sumber dana untuk program itu berasal dari APBD 2024 dengan total Rp154 juta. Rincian penggunaannya yaitu Rp4 juta per KK untuk jamban sehat dan Rp7 juta per KK untuk tangki septik. Bantuan ini diberikan dalam bentuk material seperti batako, besi 8 mm, semen, pasir, seng gelombang, pintu, kusen, dan tutup bus beton.
Adapun sasaran bantuan jamban sehat tersebut mendasarkan pada data yang diberikan oleh kalurahan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang kemudian dievaluasi dan disesuaikan dengan data yang ada di Daftar Penerima Tetap (DPT) Kapanewon.
Pemberian bantuan itu, tegas Subiyantoro merupakan upaya Pemkab Gunungkidul melalui Pemerintah Kapanewon untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Katanya, angka kemiskinan dapat diturunkan apabila masyarakat sejahtera yang mensyaratkan masyarakat sehat.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku bantuan jamban sehat dan tangki septik itu adalah bentuk nyata pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup kesehatan masyarakat. “Kami berharap bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.