KPU Kota Jogja Bekali Siswa Disabilitas Hadapi Pemilu 2029
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Peternak udang vaname di Pantai Samas Bantul /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menilai ada peluang pengembangan udang vaname di Bantul. Komoditas tersebut pun mampu menghasilkan puluhan ton per bulan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budi daya, DKP Bantul, Kristanto Kurniawan menuturkan saat ini hanya ada satu pembudi daya udang vaname yang tercatat oleh DKP Bantul.
Dia menuturkan satu petambak budi daya tersebut mampu menghasilkan 350 ton udang vaname pada Januari-Juni 2024.
Menurut Kristanto udang vaname memiliki peluang untuk diekspor. Menurutnya, pangsa pasar ekspor produk tersebut sudah ada, namun saat ini pembudi daya komoditas tersebut di Bantul masih terbatas.
Dia menuturkan pembudi daya udang vaname memerlukan lahan yang luas. Menurutnya, di area Pantai Selatan Bantul sebagian besar merupakan lahan Sultan Ground, sehingga untuk pemanfaatannya menjadi lahan untuk budi daya udang vaname tidak bisa serta merta dilakukan.
BACA JUGA: Awal Pekan, Merapi Gugurkan Awan Panas Sejauh 1 Km Lebih
"[Udang vaname] bisa dibudidayakan, tapi fasilitas tempat budi daya harus dipikirkan, tidak semua tempat bisa. Dilihat dari tata ruang, kesesuaian dengan status tanah," ujarnya, Selasa (17/9/2024).
Dia menuturkan sebagian besar lahan di Pantai Selatan DIY merupakan SG membuat tidak banyak masyarakat yang terlibat dalam pembudidayaan udang vaname di sana. Padahal menurutnya, lokasi tersebut cocok dijadikan tempat budi daya lahan vaname.
Selain pembudi daya yang tercatat perizinannya, ada pula beberapa pembudi daya udang vaname lain di Bantul yang diduga belum berizin. Mereka pun membudi dayakan udang vaname hanya dalam kurun waktu tertentu.
"Pembudidaya berganti-ganti. Karena terkait perizinan, mereka banyak yang tidak berizin," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.
Sidang dugaan suap Sudewa mengungkap kesaksian Ketua Kadin Kota Surakarta yang mengaku menyerahkan Rp125 juta melalui seorang perantara.
Penjualan seragam sekolah di Jogja melonjak menjelang tahun ajaran baru. Omzet toko mencapai Rp15 juta per hari seiring membludaknya pembeli.
Perempuan Bangsa DIY menggelar Muswil sebagai langkah awal konsolidasi organisasi dan penguatan kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Erick Thohir menjelaskan alasan Oxford United absen di Piala Presiden 2026. Turnamen kini diikuti delapan tim, termasuk tiga klub luar negeri.