Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Suasana festival sanggul 2024 yang digelar Perkumpulan Pecinta Sanggul Nusantara di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Keraton, Kota Jogja, Minggu (29/9/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara menggelar festival sanggul 2024 di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Minggu (29/9/2024). Acara yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan yang kedua kalinya hadir dengan tujuan melestarikan sanggul dan busana tradisional nusantara.
Ketua Umum Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara Ninoek W Sunaryo menjelaskan, organisasinya merupakan kelompok budaya yang fokus dalam penyebaran dan sosialisasi penggunaan sanggul kebaya dan busana tradisional.
BACA JUGA : Satpol PP DIY Punya Seragam Baru, Terinspirasi dari Pakaian Bregada Surakarsa Kraton
"Kami juga telah mendapat kepercayaan dan amanah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk terus melestarikan salah satu budaya penting Indonesia ini," ujarnya.
Menurut Ninoek, festival sanggul 2024 merupakan road show ke enam kota di Indonesia untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi soal sanggul dan busana tradisional. Selain di Jogja, acara serupa juga digelar di Denpasar, Semarang, Solo, Bandung dan Jakarta.
"Visi kami lewat acara ini mengajak perempuan Indonesia untuk kembali memakai sanggul nusantara, kebaya dan busana tradisional terutama kepada generasi muda," katanya.
Ninoek menambahkan, pada tahun kedua penyelenggaraannya ini festival sanggul 2024 juga menghadirkan pemilihan duta sanggul yang bertujuan agar anak-anak muda ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian kebudayaan nusantara.
Di Jogja terdapat 16 peserta yang berpartisipasi dari jenjang SMA sampai perguruan tinggi. Mereka berkesempatan mempresentasikan visi dan misi mereka jika terpilih sebagai duta sanggul nusantara 2024 Jogja. Sambil mengenakan busana tradisional dan sanggul peserta bergantian mempromosikan dirinya masing-masing.
BACA JUGA : Penggunaan Kebaya dan Sanggul Didorong Dalam Aktivitas Sehari-hari
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyebut, acara ini merupakan agenda yang luar biasa dalam rangka pengembangan kebudayaan di Jogja dan Indonesia. Pihaknya mengapresiasi digelarnya acara ini yang bisa jadi salah satu edukasi bagi masyarakat dan generasi muda yang dengan perkembangan teknologi banyak masuk budaya baru.
"Melalui teknologi kita juga harus mampu memberikan edukasi, maka lewat acara ini bisa menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya lewat busana tradisionalnya dan wajib dipertahankan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.