Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Ilustrasi pekerja mengangkut karung pupuk urea./Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga September 2024 untuk jenis Urea sudah 4.944,518 ton dari 21.179 ton atau 23%.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan masih ada pupuk jenis lain seperti NPK Ponska yang sudah terserap sebanyak 4.694,135 ton dari 17.251 ton atau 27%. “Kalau NPK Formula Khusus masih belum ada realisasi dari jumlah alokasi 62 ton,” kata Raharjo dihubungi, Selasa, (22/10).
Raharjo mengimbau agar petani segera menebus pupuk bersubsidi tersebut dan segera mengolah lahan pertanian. Menurut catatan DPP, sudah ada 12.700 hektar lahan di Gunungkidul ditanami padi dengan cara ngawu-awu atau menebar benih sebelum musim hujan.
Kata Raharjo mayoritas petani yang menebar benih ada di kawasan selatan. Beberapa kapanewon di mana petaninya sudah menebar benih, yaitu Kapanewon Rongkop sudah ada 3.000 ha, Girisubo 2.400 ha, Tepus 2.116 ha, dan Panggang 2.000 ha.
Adapun untuk kebutuhan benih, petani sudah mempersiapkan benih baik dari bantuan pemerintah maupun benih milik sendiri atau good seed dari simpanan panen yang dipilih atau free market kios-kios tani.
BACA JUGA: Pakar Pertanian UMY Ungkap Plus dan Minus Subsidi Pupuk Diganti Jadi BLT
Saat ini, Pemkab Gunungkidul juga masih menunggu kiriman tambahan benih jagung untuk 3.160 ha musim tanam pertama. DPP memperkirakan ada droping benih jagung hibrida pada Rabu (23/10/2024).
DPP juga mencatat curah hujan yang turun di seluruh wilayah di Gunungkidul pada Sabtu, (19/10) dan Minggu, (20/10/2024). Dari catatan petugas pertanian, ada beberapa wilayah yang terjadi hujan lebat.
Di Kapanewon Ngawen, curah hujan mencapai 90,4 milimeter (mm), Paliyan 81 mm, Girisubo 47 mm, Rongkop 43 mm, Tanjungsari 64 mm, Saptosari 40 mm. Di Kapanewon Semin dan Tepus, curah hujan masih rendah hanya 15 mm. “Kalau melihat dari rata-rata curah hujan yang mendekati 50 mm, maka kemungkinan besar sudah memasuki musim hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026.
FIFA batal jual saham Piala Dunia setelah UEFA ancam boikot. Petinggi mundur protes. Infantino akhirnya mundur. Simak kronologi lengkapnya
Bantul Creative Expo 2026 resmi dibuka di Stadion Sultan Agung. Pemkab Bantul menargetkan transaksi UMKM Rp2,367 miliar dan kunjungan 110 ribu orang selama semb
Timnas Indonesia cetak delapan gol dalam dua laga. Mitchell Baker sumbang empat gol. Siap hadapi Vietnam di Pakansari, Senin (3/8).
Trisno, bassist legendaris PAS Band, meninggal dunia pada usia 55 tahun setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit. Musisi dan penggemar menyampaika