Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan Soroti Ketahanan Pangan dan Ekonomi Tempel
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Tangkapan layar kondisi bus yang terguling di sekitar Bukit Bego, Bantul. - SAR DIY Distrik Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul kembali mengingatkan agar wisatawan yang akan naik ke Kawasan Mangunan tidak melalui jalur Jalan Imogiri-Mangunan.
Kepala Seksi Manajemen & Pelayanan Lalu Lintas, Dishub Bantul, Nur Seta Mulyasari menyampaikan rencana penerapan rekaya lalu lintas tersebut selama libur Nataru dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di sekitar Kawasan Mangunan.
"Beberapa waktu lalu dalam forum lalu lintas ada kesempatan, sementara bus wisata yang akan memasuki objek wisata Mangunan diarahkan melalui Jalan Wonosari," ujarnya, Minggu (17/11/2024).
Seta menambahkan, selain itu, kendaraan pribadi juga akan diarahkan naik ke Kawasan Mangunan melalui jalan tersebut pada Jalur Patuk-Mangunan. Menurut Seta, jalur tersebut relatif tidak memiliki tanjakan yang curam, sehingga pengemudi kendaraan yang berasal dari luar DIY, sekalipun tidak pernah melintas, dinilai dapat mengendari kendaraannya dengan aman. Nantinya wisatawan yang pulang dari Kawasan Mangunan akan memutar dan melintas di jalur tersebut.
Sementara menurut Seta, wisatawan juga diharapkan tidak melintas di Jalan Cinomati. Kondisi jalan tersebut menurut Seta memiliki tanjakan yang curam dan berkelok, sehingga apabila pengemudi tidak terbiasa dengan medan yang ada, maka dikhawatirkan pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya.
BACA JUGA: Lalu Lintas Kawasan Mangunan Dievaluasi, Sistem Satu Arah Jadi Sorotan
"Kalau enggak hafal medan agak kagok. Karena Jalan Cinomati konturnya banyak tanjakan, kalau dari luar kota [dikhawatirkan] belum hafal," katanya.
Seta menambakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Diskominfo Bantul terkait rencana penambahan keterangan di Jalur Cinomati sebagai jalur yang rawan kecelakaan di Google Map. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi wisatawan melintas disana.
Sementara menurut Seta untuk memastikan pengendara melintas di jalur yang telah dipetakan tersebut, Dishub Bantul akan menempatkan petugas di sekitar jalur tersebut.
"Kita akan ada petugas jaga untuk memantau lapangan. Kami mengusahakan agar Nataru lalu lintas lancar, sehingga yang mudik dan berwisata bisa nyaman," katanya.
Kemudian, Dishub Bantul juga akan melakukan ramp check terhadap kendaraan wisata yang ada di kawasan wisata dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi selama libur Nataru dalam kondisi aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Gempa magnitudo 5,4 mengguncang 136 km barat daya Gunungkidul pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Microsoft membuka program keluar sukarela bagi sekitar 60.000 karyawan di AS, Inggris, Kanada, dan India hingga 31 Desember 2026.
Pemkab Bantul menyiapkan satu KK berisi empat jiwa untuk transmigrasi ke Polewali Mandar, Sulbar. Sebanyak 25 KK masih masuk daftar tunggu.
Sebanyak 12 KDMP Bantul ditargetkan siap beroperasi 1 November 2026. Pemkab juga mempercepat pembangunan 30 unit lainnya.
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.