Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong pertumbuhan produksi ikan lele dari kelompok pembudidaya ikan di Kota Jogja. Dengan produksi yang semakin banyak maka tingkat konsumsi ikan pun diharapkan bisa meningkat.
Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Pangganti, menjelaskan karena lahan yang terbatas, produksi ikan di Kota Jogja pun terhitung kecil. Pada 2023, dalam setahun Kota Jogja hanya memproduksi sebanyak 44 ton.
Jumlah ikan ini diproduksi oleh sebanyak 97 kelompok pembudidaya ikan, yang kebanyakan memproduksi ikan lele. “97 kelompok itu termasuk ada yang aktif, ada yang setengah aktif dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja berupaya memberi dukungan kepada kelompok pembudidaya ikan dengan menyediakan bibit lele di Balai Benih Ikan Kota Jogja. “Program kita ke sana, penyediaan benih lele kita tingkatkan, bimtek budidaya lele juga kita laksanakan,” katanya.
Tidak seperti di kabupaten sekitar, produksi ikan lele di Kota Jogja memanfaatkan lahan sempit sehingga menggunakan media ember, drum hingga kolam terpal. “Di keloimpok yang halamannya luas mereka memakai terpal bundar berdiameter 3 meter,” paparnya.
BACA JUGA: Angka Konsumsi Ikan oleh Masyarakat Bantul Masih Rendah
Selain lele, beberapa kelompok pembudidaya juga memproduksi ikan lainnya seperti gurameh dan nila, meski jumlahnya sangat kecil. Hal ini dikarenakan budidaya nila memerlukan media dan cara perawatan yang lebih rumit dibanding lele.
“Karena ikan nila airnya harus yang mengalir. Kalau mereka tidak memakai kolam yang memang persyaratannya untuk itu agak susah. Kolamnya harus di tanah atau diameter tiga meter dengan air mengalir. Di ember jelas ga bisa,” ungkapnya.
Sedangkan untuk budidaya lele di media ember dan drum masih memungkinkan, asal perawatannya benar. Untuk itu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja senantiasa menggelar bimtek dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya.
“Harus dikelola dengan baik. Kalau yang didampingi penyuluh dari awal insyaalloh jalan. Selama dikelola dengan baik kualitasnya sama [dengan budidaya di kolam]. Airnya harus yang baik, kalau cuma merendam ikan tidak diapa-apakan pasti gampang kena penyakit,” kata dia.
Hasil produksi ikan dari kelompok pembudidaya ikan ini dimanfaatkan sesuai jumlah yang bisa diproduksi. “Kalau yang kecil-kecil untuk konsumsi mereka, kalau agak banyak dijual di dekat-dekat mereka. Tapi ada juga yang produksinya besar juga dijual ke pengepul, ada langganan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.