Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong pertumbuhan produksi ikan lele dari kelompok pembudidaya ikan di Kota Jogja. Dengan produksi yang semakin banyak maka tingkat konsumsi ikan pun diharapkan bisa meningkat.
Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Pangganti, menjelaskan karena lahan yang terbatas, produksi ikan di Kota Jogja pun terhitung kecil. Pada 2023, dalam setahun Kota Jogja hanya memproduksi sebanyak 44 ton.
Jumlah ikan ini diproduksi oleh sebanyak 97 kelompok pembudidaya ikan, yang kebanyakan memproduksi ikan lele. “97 kelompok itu termasuk ada yang aktif, ada yang setengah aktif dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja berupaya memberi dukungan kepada kelompok pembudidaya ikan dengan menyediakan bibit lele di Balai Benih Ikan Kota Jogja. “Program kita ke sana, penyediaan benih lele kita tingkatkan, bimtek budidaya lele juga kita laksanakan,” katanya.
Tidak seperti di kabupaten sekitar, produksi ikan lele di Kota Jogja memanfaatkan lahan sempit sehingga menggunakan media ember, drum hingga kolam terpal. “Di keloimpok yang halamannya luas mereka memakai terpal bundar berdiameter 3 meter,” paparnya.
BACA JUGA: Angka Konsumsi Ikan oleh Masyarakat Bantul Masih Rendah
Selain lele, beberapa kelompok pembudidaya juga memproduksi ikan lainnya seperti gurameh dan nila, meski jumlahnya sangat kecil. Hal ini dikarenakan budidaya nila memerlukan media dan cara perawatan yang lebih rumit dibanding lele.
“Karena ikan nila airnya harus yang mengalir. Kalau mereka tidak memakai kolam yang memang persyaratannya untuk itu agak susah. Kolamnya harus di tanah atau diameter tiga meter dengan air mengalir. Di ember jelas ga bisa,” ungkapnya.
Sedangkan untuk budidaya lele di media ember dan drum masih memungkinkan, asal perawatannya benar. Untuk itu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja senantiasa menggelar bimtek dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya.
“Harus dikelola dengan baik. Kalau yang didampingi penyuluh dari awal insyaalloh jalan. Selama dikelola dengan baik kualitasnya sama [dengan budidaya di kolam]. Airnya harus yang baik, kalau cuma merendam ikan tidak diapa-apakan pasti gampang kena penyakit,” kata dia.
Hasil produksi ikan dari kelompok pembudidaya ikan ini dimanfaatkan sesuai jumlah yang bisa diproduksi. “Kalau yang kecil-kecil untuk konsumsi mereka, kalau agak banyak dijual di dekat-dekat mereka. Tapi ada juga yang produksinya besar juga dijual ke pengepul, ada langganan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.