Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ikan lele/Ikanku17.blogspot
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong pertumbuhan produksi ikan lele dari kelompok pembudidaya ikan di Kota Jogja. Dengan produksi yang semakin banyak maka tingkat konsumsi ikan pun diharapkan bisa meningkat.
Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Pangganti, menjelaskan karena lahan yang terbatas, produksi ikan di Kota Jogja pun terhitung kecil. Pada 2023, dalam setahun Kota Jogja hanya memproduksi sebanyak 44 ton.
Jumlah ikan ini diproduksi oleh sebanyak 97 kelompok pembudidaya ikan, yang kebanyakan memproduksi ikan lele. “97 kelompok itu termasuk ada yang aktif, ada yang setengah aktif dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (24/11/2024).
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja berupaya memberi dukungan kepada kelompok pembudidaya ikan dengan menyediakan bibit lele di Balai Benih Ikan Kota Jogja. “Program kita ke sana, penyediaan benih lele kita tingkatkan, bimtek budidaya lele juga kita laksanakan,” katanya.
Tidak seperti di kabupaten sekitar, produksi ikan lele di Kota Jogja memanfaatkan lahan sempit sehingga menggunakan media ember, drum hingga kolam terpal. “Di keloimpok yang halamannya luas mereka memakai terpal bundar berdiameter 3 meter,” paparnya.
BACA JUGA: Angka Konsumsi Ikan oleh Masyarakat Bantul Masih Rendah
Selain lele, beberapa kelompok pembudidaya juga memproduksi ikan lainnya seperti gurameh dan nila, meski jumlahnya sangat kecil. Hal ini dikarenakan budidaya nila memerlukan media dan cara perawatan yang lebih rumit dibanding lele.
“Karena ikan nila airnya harus yang mengalir. Kalau mereka tidak memakai kolam yang memang persyaratannya untuk itu agak susah. Kolamnya harus di tanah atau diameter tiga meter dengan air mengalir. Di ember jelas ga bisa,” ungkapnya.
Sedangkan untuk budidaya lele di media ember dan drum masih memungkinkan, asal perawatannya benar. Untuk itu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja senantiasa menggelar bimtek dan pendampingan kepada kelompok pembudidaya.
“Harus dikelola dengan baik. Kalau yang didampingi penyuluh dari awal insyaalloh jalan. Selama dikelola dengan baik kualitasnya sama [dengan budidaya di kolam]. Airnya harus yang baik, kalau cuma merendam ikan tidak diapa-apakan pasti gampang kena penyakit,” kata dia.
Hasil produksi ikan dari kelompok pembudidaya ikan ini dimanfaatkan sesuai jumlah yang bisa diproduksi. “Kalau yang kecil-kecil untuk konsumsi mereka, kalau agak banyak dijual di dekat-dekat mereka. Tapi ada juga yang produksinya besar juga dijual ke pengepul, ada langganan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.