Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Siswa SDN Gedongtengen mengikuti kampanye Gemarikan, Selasa (10/12/2024)./ist Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja terus mendorong peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) yang menyasar sekolah.
Kampanye Gemarikan salah satunya dilakukan di SDN Gedongtengen, Selasa (10/12/2024). Kampanye Gemarikan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya manfaat makan ikan sejak dini, karena banyaknya kandungan gizi pada ikan yang penting untuk pertumbuhan anak dan kecerdasan otak.
Ketua Tim Kerja Bimbingan Usaha Perikanan, Laksmi Kuswandari, menjelaskan kegiatan Kampanye Gemarikan bertujuan mengenalkan dan membiasakan anak-anak untuk mengonsumsi ikan karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk kesehatan dan kecerdasan. “Selain itu juga menjadi kegiatan untuk mendukung peningkatkan angka konsumsi ikan Kota Jogja,” ujarnya.B
BACA JUGA: Akhir Tahun Harga Cabai di Bantul Naik hingga Rp30.000 per Kilogram
Siswa dikenalkan pada berbagai jenis ikan dan aneka olahan ikan, sekaligus dijelaskan mengenai kandungan gizi dalam ikan yang merupakan salah satu sumber protein hewani seperti omega, vitamin D, zat besi, kalsium dan asam amino.
Kampanye dilakukan dengan cara yang disukai anak-anak. Dalam penyampaian juga diberikan hadiah berupa ikan hias untuk siswa yang aktif menjawab pertanyaan, sehingga siswa tertarik menyimak materi yang diakhiri dengan makan olahan ikan bersama.
Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Pangganti, menuturkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi ikan di Kota Jogja dalam setahun yakni 36 kilogram per kapita.
Jumlah ini jauh dibawah rata-rata nasional yang saat ini mencapai 62,05 kilogram per kapita. Karena itu, berbagai program terus digencarkan untuk mendorong tingkat konsumsi ikan, salah satunya dengan kampanye Gemarikan.
“Konsumsi ikan tetap kami dorong, karena ikan gampang diperoleh. Kami mendorong konsumsi ikan lele, karena ini menjadi sumber protein hewani yang terjangkau, tidak harus mahal,” kata dia.
Selain kampanye Gemarikan, jajarannya juga melakukan bimtek pengolahan ikan, kontes olahan ikan dan pendampingan kelompok pengolah dan pemasar ikan. “Termasuk pendampingan di unit usaha pengolahan ikan, bagaimana mereka menerapkan hygiene-sanitasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.